SUARA INDONESIA

DPRD Surabaya Janji Turun Tangan atasi Polemik Hokky Swalayan

Lukman Hadi - 04 August 2021 | 18:08
Politik DPRD Surabaya Janji Turun Tangan atasi Polemik Hokky Swalayan

SURABAYA - Aksi protes warga Deles, Klampis Ngasem, Kota Surabaya atas keberadaan Hokky Swalayan di sekitar pemukiman mereka sudah terdengar di telinga Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni. 

Thoni merespon persoalan warga yang melayangkan protes kepada pihak Hokky Swalayan beberapa waktu lalu.

Dari aksi protes warga itu, ada dua tuntutan yang dipersoalkan yakni, warga meminta manajamen Hokky Swalayan agar merekrut karyawan dari warga sekitar dan mempertanyakan mengapa tidak ada sosialisasi terlebih dahulu ke warga soal pembangunnya.

"Untuk manajamen Hokky itu tetap merekrut setidaknya 10 persen dari warga setempat. Karena kawasan industrialisasi itu yang harus menikmati warga sekitar terlebih dahulu," kata Thoni saat dikonfirmasi suaraindonesia.co.id melalui seluler, Rabu (4/8/2021).

Menurut legislator yang juga mantan wartawan ini, dengan dibukanya swalayan baru di kawasan tersebut dapat menghidupkan roda perekonomian bagi warga.

Oleh karena itu, ia berharap manajamen Hokky dapat merekrut karyawan dari warga sekitar dengan menyesuaikan kompetensi yang diperlukan.

"Apalagi di masa pandemi ini banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Jangan sampai warga sekitar menjadi penonton atas berkembangnya wilayah industrialisasi," terang Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya ini.

Selain itu, ia mengaku belum mengetahui terkait perizinan pembangunan Hokky yang juga sedang dipersoalkan warga Klampis Ngasem itu.

Namun, ia meminta Pemkot Surabaya untuk menahan izin mendirikan bangunan Hokky apabila belum merealisasikan tuntutan warga.

"Jika dalam batas waktu tertentu Hokky tidak segera merealisasikan itu, maka kami (Komisi A, red) akan merapatkan dengan warga," tegasnya.

Secara terpisah, Ketua RW 04, Kelurahan Klampis Ngasem, Eko Busono menyebutkan, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Lurah setempat untuk bisa membahasnya bersama pihak Hokky.

"Surat itu kan saya tujukan kepada lurah. Harusnya pihak manajamen itu menghubungi lurah atau bagaimana, atau lurah menghubungi manajamen. Setelah itu dipertemukan kepada kami untuk rencana-rencana sosialisasi. Minimal kan kita ini pengurus kampung tahu dulu," ujarnya.

Hingga saat ini Manajemen Hokky Swalayan belum juga menemui warga yang sudah beberapa hari ini menunggu jawaban. (luk/amj)

Pewarta : Lukman Hadi
Editor : Deni Ahmad Wijaya

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV