SUARA INDONESIA, BANJARNEGARA - Kedekatan Kepala Desa Purwasaba, Banjarnegara, Hoho Al Kaff, dengan tokoh politik nasional sekaligus Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), menjadi perhatian publik. Banyak yang berspekulasi, hubungan hangat tersebut erat kaitannya dengan urusan aspirasi desa.
Namun, Hoho buru-buru meluruskan. Ia menegaskan, tak ada kaitan politik apalagi aspirasi bantuan dari kunjungan Kang Dedi ke desanya di Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara.
“Tidak ada aspirasi dari Pak Dedi Mulyadi, karena waktu jadi Anggota DPR-RI di sini bukan daerah pemilihan beliau. Yang ada hanya sekadar silaturahmi antar sahabat,” tegas Hoho saat ditemui Suara Indonesia, Sabtu (31/5/2025).
Hoho mengaku sudah cukup lama menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan Kang Dedi. Keduanya memiliki visi yang sejalan soal pembangunan desa berbasis potensi lokal, termasuk pemberdayaan ekonomi lewat BUMDes.
"Kalau dibilang dekat, ya memang kami dekat. Bahkan Pak Dedi Mulyadi pernah membeli sapi dari Bumdes kami dalam jumlah besar, sekitar lima hingga enam truk, atau kurang lebih 120 ekor," tandas Hoho.
Saat ini, Hoho Al Kaff tengah fokus mengembangkan potensi desa melalui peternakan ayam petelur sebanyak 7.000 ekor yang tersebar di empat kandang.
Setiap harinya, peternakan ini mampu menghasilkan sekitar 420 kilogram telur, setara dengan 42 peti.
Hoho menargetkan pada akhir 2025 atau awal 2026, pendapatan desa dari sektor potensi Desa Purwasaba bisa menembus angka Rp2 miliar per tahun. (*)