SUARA INDONESIA, TEGAL – Perum BULOG Kantor Cabang (Kancab) Tegal tancap gas untuk memperkuat stabilisasi pangan nasional.
Adapun langkah yang ditempuh meliputi percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras dan penggelontoran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke sejumlah titik guna menahan laju kenaikan harga beras.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Tegal, Agung Rochman, mengatakan stok beras yang dikelola pihaknya saat ini sangat mencukupi untuk mendukung seluruh program pemerintah.
"Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola BULOG Kancab Tegal mencapai sekitar 102 ribu ton," ujar Agung, Minggu (7/6/2026).
"Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras," lanjutnya.
Untuk Bantuan Pangan Beras, realisasi penyaluran per 6 Juni 2026 sudah menembus 74 persen.
Dari total target 1.075.590 Penerima Bantuan Pangan (PBP), sebanyak 707.353 PBP telah menerima bantuan berupa 15.984 ton beras dan 3,2 juta liter minyak goreng. Seluruh bantuan ditargetkan rampung disalurkan akhir Juni 2026.
Menurut Agung, percepatan ini krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan meredam gejolak harga di tingkat konsumen.
"Dengan bantuan pangan yang cepat sampai, tekanan harga di pasar bisa lebih terkendali," ujarnya.
Di sisi lain, distribusi beras SPHP juga terus digenjot. BULOG Kancab Tegal mencatat sudah 6.421 ton beras SPHP digelontorkan ke pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta jaringan pengecer rekanan Pemda.
Agung menyebut SPHP sebagai instrumen strategis agar masyarakat tetap bisa membeli beras dengan harga terjangkau. "Penyalurannya kami percepat dan perluas agar manfaatnya dirasakan merata," tegasnya.
Tak hanya beras, Bulog Kancab Tegal juga aktif menyalurkan Minyakita ke pasar pencatatan, non pencatatan, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) hingga toko pengecer. Agung memastikan harga di pengecer binaan Bulog sudah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Kalau ada yang jual di atas HET, dipastikan itu bukan pengecer yang disuplai Bulog Kancab Tegal," jelasnya.
Agung menambahkan, kombinasi Bantuan Pangan dan SPHP terbukti efektif menjaga keseimbangan pasokan dan harga. Dengan cadangan 102 ribu ton, BULOG memastikan stok beras pemerintah aman dan siap digelontorkan kapan pun dibutuhkan.
"Kami minta masyarakat tetap tenang. Stok beras nasional sangat mencukupi. BULOG bersama Badan Pangan Nasional dan pemangku kepentingan lain akan terus jaga harga beras tetap stabil," pungkas Agung. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wiwit Kuncoro |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi