Tiga Rumah Warga di Jember Rusak Akibat Longsor Tebing Pascabanjir
Kondisi tebing longsor di Dusun Gondosari, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Jember. (Foto: Pusdalops BPBD Jember)

SUARA INDONESIA, JEMBER - Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah Jember memicu longsor tebing sungai dan merusak bagian belakang rumah warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, sedikitnya tiga rumah terdampak di tiga kecamatan berbeda.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan longsor dipicu tingginya debit sungai akibat hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari berturut-turut, akibat cuaca ekstrem medio Februari 2026 ini.

“Curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan menggerus tebing sungai di sejumlah titik permukiman warga,” kata Edy, melalui keterangan tertulis yang diterima Suaraindonesia.co.id, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan peringatan dini cuaca ekstrem yang sebelumnya dirilis BMKG untuk periode 10-20 Februari 2026.

BPBD mencatat, peristiwa pertama terjadi Kamis (12/2) di Dusun Teko’an, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul. Tebing dapur rumah milik Juari (76) ambrol sepanjang 8 meter dengan tinggi 4 meter. Saat ini, korban sementara tinggal di musala terdekat.

Insiden kedua terjadi pada pada Jumat (13/2) di Dusun Krajan, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung. Tebing belakang rumah milik Sutrisno (47) ambrol sepanjang sekitar 10 meter dengan tinggi 6 meter. Peristiwa ini berdampak pada enam penghuni rumah.

Sementara longsor ketiga terjadi pada Jumat (13/2) di Dusun Gondosari, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan. Tebing dapur rumah milik Sunarsih (66) ambrol sepanjang 4 meter dengan tinggi 3 meter. Korban sementara mengungsi di rumah kerabat.

BPBD bersama perangkat desa, relawan, dan warga melakukan asesmen, koordinasi, serta penyaluran bantuan logistik. Bantuan yang diberikan meliputi sembako, makanan siap saji, lauk-pauk, terpal, perlengkapan makan, hingga bantuan sandang bagi warga lanjut usia.

BPBD juga telah meneruskan hasil asesmen ke dinas terkait untuk penanganan lanjutan, termasuk rencana perbaikan struktur tebing dan penanganan pascabencana.

“Kami juga berkoordinasi dengan BNPB serta BPBD Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat langkah mitigasi,” jelas Edy.

Lebih lanjut, BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, selama periode cuaca ekstrem berlangsung.

“Saat hujan deras, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika ada tanda-tanda longsor,” pungkasnya. (*)