SUARA INDONESIA, SURABAYA – Ruang pertemuan Four Points by Sheraton Surabaya, Tunjungan Plaza, selama tiga hari terakhir berubah menjadi ruang belajar yang dipenuhi harmoni suara harpa. Adapun kegiatan digelar Jumat-Minggu (10-12/7/2026).
Marketing Communication Manager Four Points by Sheraton Surabaya, Tunjungan Plaza, Renny Herwanto, mengatakan kolaborasi dengan Kara Harps merupakan bagian dari komitmen hotel untuk mendukung kegiatan seni, budaya, dan pendidikan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Kara Harps dalam menghadirkan Summer Class 2026 di Four Points by Sheraton Surabaya, Tunjungan Plaza," ujar Renny, Jumat (10/7/2026).
Selama tiga hari penyelenggaraan, kami melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran hingga penampilan di Mini Concert Performance," ujar Renny.
Bukan sekadar tempat berlangsungnya pelatihan musik, ulasnya, hotel yang berada di pusat Kota Surabaya itu menjadi titik temu bagi para peserta yang ingin mengembangkan kemampuan bermusik melalui bimbingan pengajar internasional.
Ia menjelaskan pertunjukkan aksi talenta musik ini menyajikan kolaborasi bersama Kara Harps dalam penyelenggaraan Summer Class 2026 pun menyerap intuisi pengalaman belajar yang memadukan edukasi, kolaborasi, sekaligus ruang berekspresi bagi para pecinta musik harpa.
Program yang berlangsung pada 8–10 Juli 2026 tersebut menghadirkan pengajar profesional dari Hong Kong dan Malaysia.
"Kehadiran para mentor internasional itu memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari teknik bermain harpa dengan pendekatan yang lebih komprehensif sekaligus membuka wawasan mengenai perkembangan pendidikan musik di tingkat global," jelasnya.
Selama tiga hari penyelenggaraan, kata Renny untuk materi pembelajaran disusun secara bertahap agar peserta tidak hanya memahami teknik dasar, tetapi juga mampu membangun kepercayaan diri dalam memainkan instrumen harpa di hadapan publik.
Hari pertama mengangkat tema Learning & Exploration. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar permainan harpa sekaligus diajak mengeksplorasi kemampuan mereka melalui berbagai latihan yang dipandu langsung oleh para pengajar.
Metode pembelajaran dibuat interaktif sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan untuk berdiskusi, mencoba berbagai teknik permainan, hingga memahami karakteristik instrumen yang dikenal memiliki warna suara lembut namun membutuhkan ketelitian tinggi.
Memasuki hari kedua, rangkaian kegiatan berlanjut dengan tema Development & Collaboration. Fokus pembelajaran diarahkan pada penguatan teknik bermain, latihan secara berkelompok, hingga membangun kolaborasi antarpeserta.
Suasana belajar pun berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman, tempat para peserta saling mendukung dan memperkaya kemampuan musikal masing-masing sebagai bekal menuju penampilan akhir.
Sementara itu, hari ketiga menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan melalui tema Preparation & Performance. Setelah melewati proses latihan intensif, peserta melakukan persiapan akhir sebelum tampil dalam Mini Concert Performance.
Penampilan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan hasil pembelajaran yang telah mereka jalani selama tiga hari sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membangun mental tampil di depan audiens.
Selain menghadirkan program edukasi musik, penyelenggaraan Summer Class 2026 juga dilengkapi dengan area tenant food and beverage (F&B) yang dapat dinikmati peserta, keluarga, pendamping, maupun pengunjung.
Kehadiran area tersebut menciptakan suasana yang lebih hangat dan nyaman sehingga kegiatan tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga tempat berkumpulnya komunitas musik dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap seni.
Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pendidikan musik terus berkembang. Karena itu, pihaknya berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut sebagai ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru di bidang musik.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat terus menjadi wadah yang mendukung pengembangan talenta musik sekaligus memperkaya pilihan kegiatan seni dan edukasi yang dapat dinikmati masyarakat Surabaya," katanya.
Lebih dari sekadar menghadirkan kegiatan pelatihan, Summer Class 2026 menjadi cerminan bagaimana kolaborasi antara sektor perhotelan dan komunitas seni mampu menghadirkan ruang kreatif yang terbuka bagi masyarakat.
Kehadiran pengajar dari Hong Kong dan Malaysia juga memperluas perspektif peserta terhadap teknik pembelajaran musik yang berkembang di tingkat internasional, sekaligus memperkaya pengalaman mereka melalui interaksi lintas budaya.
Rangkaian pembelajaran yang ditutup dengan Mini Concert Performance memperlihatkan bahwa proses belajar musik tidak berhenti pada penguasaan teknik semata.
Tak hanya keberanian tampil, kemampuan berkolaborasi, serta kedisiplinan selama mengikuti setiap sesi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter seorang musisi. Untuk itu, sebutnya melalui penyelenggaraan Summer Class 2026, Four Points by Sheraton Surabaya, Tunjungan Plaza bersama Kara Harps kembali menegaskan pentingnya menghadirkan ruang yang mendukung tumbuhnya kreativitas generasi muda.
Renny menuturkan sejalan berkembangnya industri kreatif, kolaborasi semacam ini tidak hanya memperkaya ekosistem seni di Surabaya, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi talenta muda Indonesia untuk belajar dari para pengajar internasional.
"Tentunya, dengan tujuan mengembangkan potensinya hingga mampu tampil percaya diri di panggung yang lebih besar," tutup Renny. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi