SUARA INDONESIA

Tangkapan Ikan Sepi Akibat Cuaca, Harga Ikan di Muncar Banyuwangi Melonjak

Muhammad Nurul Yaqin - 11 July 2026 | 13:07 - Dibaca 62 kali
Ekbis Tangkapan Ikan Sepi Akibat Cuaca, Harga Ikan di Muncar Banyuwangi Melonjak
Pedagang ikan di TPI Muncar, Banyuwangi melayani pembeli di tengah minimnya hasil tangkapan nelayan. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Aktivitas perdagangan ikan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) dan Pasar Ikan Segar Muncar, Banyuwangi, dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan. Minimnya hasil tangkapan nelayan akibat cuaca buruk dan angin kencang membuat pasokan ikan berkurang sehingga harga berbagai jenis ikan melonjak.

Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar beberapa bulan terakhir. Selain memengaruhi pendapatan nelayan, para pedagang juga mengaku kesulitan mempertahankan penjualan karena harga ikan yang tinggi membuat daya beli masyarakat menurun.

Salah seorang pedagang ikan di TPI Muncar, Rohani, mengatakan kehidupan masyarakat pesisir sangat bergantung pada hasil tangkapan laut. Ketika nelayan tidak melaut atau hasil tangkapan sedikit, roda perekonomian warga ikut melambat.

"Orang pesisir sehari-hari tergantung ikan. Ikan sepi, lautnya angin, sepi juga penghasilan," ujar Rohani, Sabtu (11/7/2026).

Ia menyebut, sepetti harga ikan tongkol kini mencapai Rp35 ribu per kilogram. Padahal saat musim ikan melimpah, harga komoditas tersebut hanya berkisar Rp6 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.

"Kalau ramai itu sekilo bisa Rp6 ribu, bisa Rp10 ribu sampai Rp15 ribu," katanya.

Rohani menuturkan sejak sebelum Idulfitri hasil tangkapan nelayan terus menurun. Kondisi angin di perairan Muncar membuat banyak nelayan memilih tidak melaut sehingga pasokan ikan ke pasar ikut berkurang.

Akibat harga ikan yang terus naik, jumlah pembeli juga menurun. Menurutnya, sebagian masyarakat memilih membeli sumber protein lain yang lebih murah dibandingkan ikan.

"Kalau harga mahal pembeli juga berkurang, malah mikir mending beli tahu-tempe," ucapnya.

Pedagang lainnya, Juhairiah, mengatakan hampir seluruh jenis ikan mengalami kenaikan harga. Ikan kerapu kini dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram, sedangkan kakap berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga kepiting mengalami kenaikan paling signifikan. Jika sebelumnya hanya sekitar Rp90 ribu per kilogram, kini mencapai Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram.

Ketua Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklasar) Puteri Jaya Muncar, Riana, mengatakan aktivitas perdagangan sebenarnya masih berjalan normal. Namun pasokan ikan dari nelayan berkurang akibat cuaca dan gelombang tinggi.

"Kondisi aman, terkendali, tapi agak sepi karena cuaca angin sama ombak. Tangkapan dapat dan tidak, terkendala cuaca. Cukup lama, ada dua bulanan ini," jelas Riana.

Ia menjelaskan harga ikan juga dipengaruhi musim dan fase bulan. Saat bulan purnama, nelayan yang melaut lebih sedikit sehingga harga ikan cenderung naik. Sebaliknya saat petengan atau malam gelap, hasil tangkapan biasanya meningkat sehingga harga lebih murah.

"Semoga pasokan ikan kembali normal agar harga di tingkat pasar lebih stabil," ucap dia. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV