SUARA INDONESIA

Diantar Ambulans BP3MI Jatim, Kedatangan Jenazah PMI Jember Korban Pembunuhan di Malaysia Diwarnai Isak Tangis Keluarga

Yuni Amalia - 05 February 2024 | 07:02 - Dibaca 816 kali
News Diantar Ambulans BP3MI Jatim, Kedatangan Jenazah PMI Jember Korban Pembunuhan di Malaysia Diwarnai Isak Tangis Keluarga
Proses pemulangan jenazah Windri Nur Fadila di rumah duka, Dusun Babatan, Desa/Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu 4 Februari 2024 sore. (Foto: Mahrus Sholih/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, JEMBER- Isak tangis keluarga mewarnai kedatangan jenazah Windri Nur Fadila, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban pembunuhan di Malaysia. Jenazah gadis 19 tahun itu tiba di rumah duka, Dusun Babatan, Desa/Kecamatan Jenggawah, Minggu 4 Februari 2024 sore, kemarin.

Menggunakan ambulans Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, jenazah Windri tiba sekitar pukul 15.00. Prosesi serah terima jenazah dilakukan tertutup. Hanya diikuti pihak keluarga, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember, perwakilan BP3MI Jatim, Camat Jenggawah, aparat kepolisian dan TNI, serta Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia (Kawan PMI) Jember.

Sepanjang prosesi penyerahan jenazah, keluarga korban terus terisak. Mereka tak kuasa menahan sedih ketika mengetahui salah satu saudaranya telah tiada. Bahkan, ketika jenazah akan diantar ke liang lahat, kakak korban Dewi Ayu Muninggarsari, histeris. Ia menangis hingga tubuhnya lemas dan ambruk. Isak tangis mereda setelah jenazah dibawa ke pusara.

Sub Perlindungan PMI Disnaker Jember, Ridha Herawati, juga sempat tersedu saat prosesi serah terima jenazah itu berlangsung. “Sebelumnya saya tidak pernah seperti ini (menangis, Red). Tapi entah kenapa sekarang saya tak kuasa menahan air mata. Atas nama pemerintah dan Disnaker Jember, kami menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” kata Rida, kepada keluarga.

Perwakilan BP3MI Jatim, Muhamad Abdul Rozak juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga. Terkait pemulangan jenazah ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kedutaan RI di Malaysia, hingga jenazah tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 09.10 kemarin.

Kepada keluarga, Rozak sempat menyampaikan bahwa biaya pemulangan jenazah ini gratis. Sehingga dia meminta keluarga mengabaikan jika ada oknum yang meminta imbalan apapun.

“Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi pemulangan jenazah atas permintaan keluarga. Jika kurang berkenan, kami atas nama pemerintah dan BP2MI meminta maaf,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Kawan PMI Jember Chendra Hera Lesta menyampaikan, sehari sebelum kedatangan jenazah, pihaknya telah berkomunikasi dengan kakak korban, Dewi Ayu Muninggarsari. Di sisi lain, juga terus berkoordinasi dengan BP3MI Jatim terkait rencana pemulangan jenazah tersebut.

“Kami terus menguatkan agar keluarga tabah. Kami juga menginformasikan bahwa pemulangan jenazah ini gratis, tanpa dipungut biaya. Semua telah difasilitasi oleh pemerintah, melalui BP2MI,” ujarnya.

Lebih lanjut, sebagai relawan yang berada di bawah BP2MI dan BP3MI Jatim, dia mengimbau kepada warga Jember yang ingin bekerja keluar negeri agar menempuh jalur resmi. Selain hak-hak pekerja terpenuhi, pemberangkatan melalui jalur prosedural juga lebih aman.

“Mari bersama-sama wujudkan migrasi aman. Mulai dari sebelum pemberangkatan, saat penempatan hingga kembali ke tanah air,” ajaknya.

Diberitakan sebelumnya, Windri Nur Fadila, PMI asal Dusun Babatan, Desa/Kecamatan Jenggawah, Jember, meninggal di tempat kerjanya Mentari Blok V, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, pada 29 Januari 2024 lalu.

Lajang 19 tahun ini menjadi korban pembunuhan oleh MJ (21), sesama PMI asal Jenggawah, Jember. Pelaku meninggal saat proses penangkapan oleh polisi Malaysia karena dianggap melawan dan membahayakan petugas. Hingga kini, belum terungkap motif pelaku menghabisi nyawa korban. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Yuni Amalia
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV