SUARA INDONESIA

Sekolah Periksa Fakta, Kemenag Tuban: Sebar Hoaks Bisa Jadi Jariyah Keburukan

Irqam - 27 November 2023 | 09:11 - Dibaca 1.07k kali
News Sekolah Periksa Fakta, Kemenag Tuban: Sebar Hoaks Bisa Jadi Jariyah Keburukan
Sekolah periksa fakta dan keamanan digital yang digelar RPS Tuban di MA Islamiyah, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (Foto: Irqam/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, TUBAN - Sekolah Periksa Fakta dan Keamanan Digital memasuki tahap ketiga. Pada tahap ini pelaksanaannya diselenggarakan di MA Islamiyah, Kecamatan Senori, Tuban, Jawa Timur.

Pelaksanaan yang dimulai sejak pukul 08.30, Sabtu (25/11/2023), dibuka langsung oleh Plt Kepala Kemenag Tuban Moh Qosim. 

Hadir pula dalam pembukaan itu Kepala MA Salafiyah H. Ahmad Mustain, Ketua RPS Khoirul Huda dan perwakilan dari Pertamina EP Field Cepu dan Pertamina Sukowati.

Plt Kepala Kemenag Tuban Moh Qosim dalam sambutannya mengatakan, pelatihan cek fakta dan keamanan digital ini sangat penting. Apalagi saat ini memasuki tahun politik tentu informasi hoax akan semakin bertebaran. 

"Sekarang segala informasi yang masuk di gadget kalian, itu tidak semua benar," ujarnya kepada peserta pelatihan.

Maka di tengah informasi yang berpotensi hoaks itu, perlunya ada klarifikasi atau tabayyun. "Sebagaimana perintah alquran itu juga memerintahkan kita untuk melakukan tabayyun," bebernya.

Tabayun ini seperti apa? Inilah kemudian pentingnya cek fakta yang kemudian disampaikan dalam pelatihan ini.

Qosim, sapaannya mengingatkan, pentingnya cek fakta agar tidak tidak mudah terjebak dengan informasi palsu. "Karena ketika kita menyebar informasi hoax, sama saja kita mengantarkan dosa ke pihak lain. Itulah nantinya akan menjadi jariyah dosa," tegasnya.

Sementara itu, Kepala MA Islamiyah, Ahmad Mustain mengatakan, sekolah cek fakta dan keamanan digital ini merupakan ilmu yang sangat dibutuhkan, apalagi kalangan remaja yang tidak asing dengan dunia digital. 

Tentunya selalu bersinggungan dengan berbagai informasi entah itu benar atau hoax. "Ini ilmu yang penting, terlebih ini pelajaran yang tidak ada di kelas, jadi harap diperhatikan dengan baik," imbuhnya.

Mustain, sapaannya menyampaikan, saat ini satu pencet di gadget itu akan sangat mempengaruhi. "Ketika pencetanmu maka itu akan jadi amal baik. Ketika hoax itu akan menjadi amal jariyah buruk nantinya," imbuhnya.

Pria berkacamata ini mengucapkan terima kasih pada RPS karena MA Islamiyah dipercayakan untuk ditempati untuk sekolah cek fakta dan keamanan digital.

"Kami bangga. Anak-anak kami diajarkan ilmu yang di sekolah belum diajarkan," imbuhnya.

Ketua RPS Tuban Khoirul Huda menambahkan, pelaksanaan sekolah ini merupakan tanggungjawab sebagai seorang jurnalis. Selain sebagai kontrol dan memberikan edukasi melalui pemberitaan. 

"Tapi kami juga memberikan edukasi dengan menyentuh ke siswa sebagai calon penerus," imbuhnya.

Apalagi lanjutnya, selama ini setelah UU ITE disahkan, banyak masyarakat yang terjerat karena ketidaktahuan. "Makanya kami prihatin," ujarnya.

Harapannya setelah ini peserta yang mengikuti pelatihan bisa menjadi duta anti hoax. "Setelah mengikuti pelatihan ini harap dibagi dengan teman-teman lainnya," imbuhnya.

Huda, sapaannya, juga mengucapkan terima kasih kepada pihak mendukung acara ini. Dari Pertamina EP Field Cepu, Kemenag Tuban, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

Perwakilan Pertamina EP Cepu Yeri Usianawati mengatakan, kegiatan pelatihan ini yang didukung oleh Pertamina EP Cepu sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat di sekitar operasi pertamina. Salah satunya dengan kegiatan pendidikan di sekolah-sekolah sekitar operasi. 

"Kami ucapkan selamat mengikuti pelatihan.Semoga bermanfaat untuk adik-adik semua," pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Irqam
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV