SUARA INDONESIA

Dua Tahun Rancangan Kelar, Rencana Pembangunan Masjid IISP di Bangkalan Masih Buram

Moh.Ridwan - 27 January 2024 | 16:01 - Dibaca 508 kali
News Dua Tahun Rancangan Kelar, Rencana Pembangunan Masjid IISP di Bangkalan Masih Buram
Desain rencana pembangunan IISP di Kecamatan Labang, Bangkalan, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, BANGKALAN - Rencana pembangunan masjid Indonesia Islamic Science Park (IISP) hingga kini belum ada kepastian. Padahal, desain rancangan masjid sudah dibuat sejak 2022 atau dua tahun lalu.

Pembangunan IISP direncanakan berada di dalam Kawasan Kaki Jembatan Surabaya Madura (KKJSM) sisi Madura, tepatnya di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Pembiayaannya melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan taksiran anggaran Rp 3 triliun sesuai Perpres 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan di wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan (Gerbangkertosusilo).

Adapun rancangan masjid IISP memakan anggaran Rp 100 juta dengan PT Diah Nurjannah Arsitektur sebagai konseptornya. Namun, tidak ada kepastian kapan akan segera direalisasikan.

Usut temu usut, ternyata pembebasan lahan IISP masih belum tuntas. Dari 107 hektare lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan, hanya 43 hektar yang dibebaskan. Artinya masih banyak lahan warga yang belum dibebaskan.

Akan tetapi, untuk pembangunan Masjid tersebut direncanakan akan berdiri di lahan seluas 38,11 hektar dari total lahan IISP 107 hektar itu. Rancangan pembangunan masjid tersebut akan menjadi pembangunan termegah di Jawa Timur, khususnya di kabupaten Bangkalan.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan, pemprov masih menunggu proses penyerahan lahan dari Kementerian PUPR. Sebab, kepemilikannya masih berada di pusat, sejak Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) dibubarkan.

Dirinya juga membenarkan persoalan puluhan lahan milik warga yang sampai saat ini belum dibebaskan. Sehingga, menghambat rencana pembangunan.

”Kita sudah melakukan pendekatan pada warga, sambil menunggu kapan penyerahan lahan akan dilakukan oleh Kementerian PUPR,” terang Khofifah. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Moh.Ridwan
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV