SUARA INDONESIA

Mahasiswa Same Bikin Odong-Odong Pinter, Dongkrak Minat Baca Warga Kepulauan di Sumenep

Wildan Mukhlishah Sy - 11 February 2024 | 09:02 - Dibaca 1.17k kali
News Mahasiswa Same Bikin Odong-Odong Pinter, Dongkrak Minat Baca Warga Kepulauan di Sumenep
Odong-odong pintar sebagai lapak baca di Desa Sapeken (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, SUMENEP- Literasi menjadi suatu hal yang dibutuhkan oleh seluruh kalangan masyarakat, dalam menghadapi perkembangan zaman dan keberlanjutan kehidupan. 

Maka tak heran, jika beragam upaya telah dilakukan demi mendorong peningkatan literasi di berbagai daerah, termasuk di wilayah kepulauan.

Salah satunya, dengan meningkatkan minat membaca di kalangan masyarakat, khususnya yang masih di usia muda. 

Menanggapi urgensi itu, Forum Mahasiswa Same Sapeken, menghadirkan lapak baca dan mewarnai, yang dikembangkan menggunakan Odong-Odong Pinter, sebagai sebuah wadah untuk mendongkrak literasi di wilayah desa setempat. 

Pembina Forum Mahasiswa Same Sapeken Harsani mengakui, inovasi yang dirintis sejak 2019 tersebut, terinspirasi dari pentingnya tingkat gemar membaca di kalangan masyarakat. Dia mengakui, terkait tingkat literasi di wilayah setempat, dapat dikatakan masih kurang.

Untuk itu, pihaknya mencoba menghadirkan cara yang unik dan tidak membosankan dalam meningkatkan literasi, melalui membaca buku dan mewarnai. Sehingga akan banyak anak-anak yang tertarik untuk berpartisipasi. 

Perlu diketahui, beragam koleksi buku yang disediakan, menurut dia, merupakan hasil sumbangan dari Mahasiswa Sapeken yang ada di seluruh Indonesia, serta PT Kangean Energi Indonesia. 

"Selain dari mahasiswa, kemarin juga ada support dari PT Kangean Energi Indonesia. Kami merasa bahwa peningkatan literasi, terutama melalui membaca itu sangat penting untuk keberlanjutan masa depan bangsa," jelasnya. 

Odong-odong Pintar tersebut, diketahui beroperasi setiap pukul 15.30 WIB pada hari libur di Pantai Karangkongo, Sapeken. 

Tak hanya sekedar menyediakan beragam buku untuk dibaca, akan tetapi, anak-anak yang singgah di Odong-odong Pinter juga berkesempatan untuk mewarnai gambar-gambar yang telah disediakan. 

Dia menjelaskan, sebelum mewarnai gambar, pihaknya memang mewajibkan anak-anak untuk terlebih dahulu membaca buku. 

"Dengan ini, maka mau tidak mau seorang anak akan membaca buku," lanjutnya.

Akan tetapi, dirinya menyayangkan belum adanya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, atas kegiatannya tersebut. 

Padahal, Hasrani mengaku sudah ada pihak Pemkab yang meninjau dan menyaksikan langsung Odong-odong Pintar. "Murni kepedulian dari kami," tutupnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV