SUARA INDONESIA

Pemimpin Banjarnegara Harus Bisa Among Rasa, Among Raga dan Among Budaya

Iwan Setiawan - 13 April 2024 | 12:04 - Dibaca 752 kali
News Pemimpin Banjarnegara Harus Bisa Among Rasa, Among Raga dan Among Budaya
Masjid Ki Ageng Chasan Besari di Desa Gumelem diharapkan menjadi ikon religius di Banjarnegara. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, BANJARNEGARA- Perhelatan pilkada di Banjarnegara, Jawa Tengah, pada November 2024 mendatang, akan melahirkan pemimpin baru. Kini, masa depan Kabupaten Banjarnegara untuk lima tahun mendatang pun ada di tangan masyarakat untuk menentukan siapa sosok yang akan menjadi nakhoda.

Harapan dan asa muncul untuk para calon pemimpin yang terpilih pada pilkada mendatang. Ini agar tetap menjaga kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor dan yang terpenting tidak terjadi konflik.

Arief Machbub, salah satu tokoh di Banjarnegara Barat (Bar Bar) mengatakan, beberapa sektor penunjang ekonomi masyarakat yakni bidang pertanian, industri pariwisata, UMKM, peternakan dan olahraga.

"Berbicara tentang Banjarnegara adalah satu wilayah yang sangat kental dengan adat dan budaya, maka pemimpin kelak harus bisa among rasa, among raga dan among budaya. Juga harus mempunyai sifat tugas, tegas dan pemberani," katanya, Jumat (12/4/2024).

Menurut Gus Machbub, panggilan bekennya, selepas kepemimpinan almarhum Budhi Sarwono, masyarakat secara umum meminta pembangunan infrastruktur dilanjutkan, karena saat ini jalan-jalan masih kurang sentuhan adanya kebijakan pimpinan di Kabupaten Banjarnegara.

"Sentuhan infrastruktur di Kecamatan, Mandiraja, Purwareja Klampok dan Susukan atau biasa lebih dikenal Bar Bar, adat dan budaya yang masih tinggi, harapannya peninggalan wali yakni masjid Ki Ageng Chasan Besari menjadi sebagai ikon religius di Banjarnegara," katanya.

Selain itu, di Desa Gumelem bisa dikatakan miniaturnya Yogyakarta, karena semua serba ada. Mulai dari batik, pemandian air panas, hingga makam para wali. Potensi ini juga diharapkan ada sentuhan dari pemegang kebijakan.

"Selain UMKM dan industri pariwisata, sektor pertanian untuk lebih diperhatikan, para petani kopi dan buah salak harus ada perhatian khusus pemerintah Kabupaten agar bisa Go internasional," ujarnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV