SUARA INDONESIA

Sidak Lokasi, DLH Ngawi Tutup Pabrik Tahu Tak Higienis di Kedungputri

Ari Hermawan - 30 April 2024 | 17:04 - Dibaca 566 kali
News Sidak Lokasi, DLH Ngawi Tutup Pabrik Tahu Tak Higienis di Kedungputri
DLH Ngawi sidak di Pabrik Tahu di Kedungputri, Paron, Ngawi. (Foto: Ari Hermawan/ Suara Indonesia).

SUARA INDONESIA, NGAWI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi akhirnya menutup Pabrik Tahu di Desa Kedungputri, Paron, Ngawi, Jawa Timur. Keputusan itu diambil saat DLH melakukan sidak langsung di lokasi pabrik.

Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi, Yani Setyowati mengungkapkan, ada tiga temuan pelanggaran yang dilakukan pemilik Pabrik Tahu tersebut.

"Tidak berizin, tidak mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan air limbah langsung dibuang ke sungai (tidak higienis). Maka DLH merekomendasikan pabrik ditutup sementara, hingga ijinnya terpenuhi," ungkap Yani di hadapan awak media, Selasa (30/4/2024).

Pihaknya meminta, agar pemilik pabrik segera mengurus izin adanya kegiatan industri produksi, sehingga jika izin sudah terpenuhi pabrik bisa kembali beroperasi.

"Izin sekarang cepat dan mudah. DLH meminta pemilik pabrik segera mengurus perizinan usaha dan izin lingkungan melalui sistem online single submission (OSS)," terangnya.

"Apalagi sudah jelas dari sidak yang kami lakukan, terlihat limbah pabrik dibuang ke sungai sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Pabrik Tahu di Desa Kedungputri, Paron, Ngawi, Jawa Timur, ditutup. Hal ini buntut protes warga soal limbah pabrik tersebut dibuang sembarangan ke Sungai.

Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi melalui Kepala Puskesmas setempat menyebut, dampak pembuangan limbah sembarangan bisa berdampak serius terhadap kesehatan.

"Limbah pabrik tahu yang dibuang sembarangan tanpa melalui pengelolaan limbah sesuai aturan bisa menyebabkan penyakit kulit, diare, dan tipes," kata Kepala Puskesmas Teguhan, Paron, Suratno. Selasa (30/4/2024).

Pemilik pabrik, Anam pun mengakui bahwa limbah dialirkan ke sungai yang berada di depan pabrik produksi tahu miliknya. Ia pun berjanji akan mengurus izin dan membangun IPAL.

"Limbah memang mengalir ke sungai, kalau sungai itu ada airnya tidak berbau, karena sungai ini jadi limbah itu mengeluarkan bau. Sementara pabrik tutup, tadi sudah dijelaskan oleh DLH, nanti akan saya bangun tempat pengolahan limbah," ucapnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ari Hermawan
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV