SUARA INDONESIA

Warga asal Tapteng Meninggal di Lapas Bekasi, Terdapat Luka di Sekujur Tubuh

Lamhot Naibaho - 03 June 2024 | 21:06 - Dibaca 1.00k kali
News Warga asal Tapteng Meninggal di Lapas Bekasi, Terdapat Luka di Sekujur Tubuh
Surat keterangan kematian yang dikeluarkan RS Bhayangkara Tk.I R.Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, TAPTENG- Seorang tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi, meninggal dunia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulak Kapal, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. ZAN (26) ditemukan tidak bernyawa dalam posisi tergantung di kamar mandi lapas, Minggu (19/5/2024) kemarin.

Namun pihak keluarga mengaku curiga dan menduga kematian tersebut tidak wajar, karena ada sejumlah luka sobek dan luka lebam di beberapa bagian tubuh tersangka kasus narkotika tersebut. ZAN baru sekitar 4 hari ditahan di lapas Bulak Kapal dengan status titipan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.

Pihak keluarga mengungkapkan, mereka menerima kabar duka dari Betty Meidinana Sitorus, yang berdomisili di Kranggan Pasar RT 01/04 Jati Sampurna, Kecamatan Jati Sampurna, Kota Bekasi. Betty merupakan tante ZAN dan satu kampung di Kabupaten Tapanuli Tengah. 

Berdasarkan penuturan Betty, korban yang ditangkap Polda Metropolitan Jakarta Raya pada tanggal 18 Januari 2024 dengan kasus narkoba ini, meninggal gantung diri di kamar mandi Lapas Kelas IIA Bulak Kapal, Kota Bekasi.

"Minggu 19 Mei 2024 sekitar pukul 7.30 WIB, kami dikabari Betty jika ZAN telah meninggal akibat gantung diri di kamar mandi Lapas," tutur Sahnan Nasution, ayah kandung korban, saat disambangi di kediamannya, di Badiri, Tapanuli Tengah, Senin (3/6/ 2024).

Sedikit kalut, Sahnan Nasution beserta keluarga bermusyawarah agar jenazah korban bisa dibawa pulang ke Tapteng. Hasil musyawarah, korban diterbangkan dari Jakarta menuju Tapteng. Dengan mentransfer uang Rp 15 juta, keluarga menyerahkan proses pemulangan jenazah kepada Betty Meidina Sitorus.

Hingga akhirnya, dengan didampingi Khairuddin Nasution, adik kandung korban yang berdomisili di Jakarta, jenazah tiba di Tapteng melalui Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Senin (20/5/2024), sekira pukul 14.00 WIB.

Tiba di rumah duka, pihak keluarga nekat membuka peti dan kain kafan. Keluarga pun kaget, di tubuh korban dipenuhi luka lebam dan luka sayatan. Ada luka berlobang di leher, kaki sebelah kiri dijahit, kulit perut terkelupas, dan ada bekas luka sulutan di kedua kaki.

"Banyak luka di sekujur tubuh, termasuk luka lebam dan luka berlobang. Kulit perut terkelupas," ungkap Sahnan, yang didampingi istri Lilis Suryani Lubis, dan 
Dani Eliasman Zebua, ipar korban.

Kecurigaan keluarga semakin tinggi, Karena surat keterangan kematian yang dikeluarkan RS Bhayangkara Tk.I R.Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, yang ditandatangani dr Asri Megaratri Pralebda, Sp.FM, tidak mencantumkan penyebab kematian korban.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, keluarga memberikan surat kuasa khusus kepada Kantor Hukum Farhat Abbas & Rekan, beralamat di Jalan Kemang Utara, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta.

"Kami minta polisi melakukan penyelidikan atas kejadian yang menimpa anak saya. Semoga dapat terungkap secara terang benderang," pungkas Sahnan.(*) 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Lamhot Naibaho
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV