SUARA INDONESIA, PADANG - Pemerintah Kota Padang kian menegaskan arah kebijakan pendidikan berbasis karakter. Melalui Program Smart Surau, sekolah-sekolah diminta tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga serius membangun fondasi moral dan spiritual peserta didik.
Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Penguatan Program Smart Surau bagi Kepala Satuan Pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Rabu (14/1/2026), di Gedung Youth Center. Acara tersebut diikuti kepala sekolah serta perwakilan guru SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Padang.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang menjadi narasumber utama, menekankan bahwa Smart Surau merupakan instrumen strategis untuk mengembalikan pendidikan pada jati dirinya: membentuk manusia berkarakter.
“Penting mengembalikan nilai-nilai moral dan budaya kepada tempatnya, sebagaimana pepatah Minangkabau pinang pulang ka tampuak, siriah pulang ka gagangnyo,” kata Maigus.
Dalam forum itu, Maigus sekaligus memberikan apresiasi kepada sekolah dengan peringkat tertinggi dalam pelaksanaan Subuh Mubarokah. Sebaliknya, sekolah dengan capaian terendah mendapatkan pembinaan dan mediasi agar implementasi Smart Surau lebih merata dan tidak timpang antarwilayah.
Ia juga menyoroti peran krusial orang tua. Menurutnya, keterlibatan keluarga tidak boleh berhenti pada mengantar anak ke masjid, tetapi harus berlanjut pada pendampingan yang konsisten dalam pembentukan karakter di rumah.
Maigus menjelaskan, Smart Surau memiliki tiga pilar utama, yakni Tahsinul Qur’an, Tafsirul Qur’an, dan Tahfizul Qur’an. Ketiganya dirancang untuk memperkuat kemampuan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an sebagai basis pembinaan akhlak.
Selain itu, Pemkot Padang juga meminta sekolah menata ulang beban tugas siswa agar tidak berlebihan. Tugas diharapkan bisa diselesaikan di lingkungan sekolah sehingga tidak mengganggu waktu anak mengikuti kegiatan keagamaan di surau dan masjid. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Anggun Fitria |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi