SUARA INDONESIA

Malam Selawat Gus Iqdam Pecahkan Rekor  Harlah ke-45 Tahun Unitomo, Dua Jemaah Dihadiahi Umrah

Jefri Hadi - 04 June 2026 | 00:06 - Dibaca 33 kali
Pendidikan Malam Selawat Gus Iqdam Pecahkan Rekor  Harlah ke-45 Tahun Unitomo, Dua Jemaah Dihadiahi Umrah
Suasana khidmat malam selawat ngaji bareng Gus Iqdam di Unitomo Surabaya Tandai Harlah 45 Tahun. (Foto: Yulian/suaraindonesia.co.id)


 

SUARAINDONESIA, SURABAYA — Pengajian akbar dan selawat bersama Gus Iqdam di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya mencatat sejarah baru bagi kampus tersebut.

Ribuan jemaah yang memadati area kampus menjadikan kegiatan itu sebagai acara dengan tingkat kehadiran terbesar sepanjang 45 tahun perjalanan Unitomo.
Momentum bersejarah itu terjadi dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-45 Unitomo, Rabu (3/6/2026).

Selain menjadi ajang silaturahmi dan penguatan nilai-nilai keagamaan, kegiatan tersebut juga memperlihatkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap majelis ilmu dan selawat yang dipimpin pendiri Majelis Sabilu Taubah, Gus Iqdam.

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU), Dr. Bachrul Amiq, SH, MH, mengaku bangga sekaligus terharu melihat ribuan jemaah yang hadir memenuhi halaman kampus hingga larut malam.

Menurutnya, pemandangan tersebut belum pernah terjadi selama Unitomo berdiri.

“Selama 45 tahun Unitomo berdiri, malam teramai di Unitomo adalah malam ini,” ujar Bachrul Amiq di hadapan ribuan jemaah.

Ia menilai tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai ruang penguatan nilai-nilai keagamaan, moral, dan kebangsaan.

Menurut Bachrul Amiq, kehadiran ribuan jemaah dari berbagai daerah membuktikan bahwa majelis selawat masih memiliki daya tarik besar sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Ia juga mengaku bangga karena Unitomo berhasil menghadirkan Gus Iqdam, dai muda yang selama ini dikenal memiliki pengaruh luas, khususnya di kalangan generasi muda.

Kehadiran pengasuh Majelis Sabilu Taubah tersebut mampu menarik ribuan orang untuk hadir mengikuti pengajian dan selawat.

Bachrul Amiq bahkan membandingkan kegiatan itu dengan berbagai agenda besar yang pernah digelar kampus.

Menurutnya, sejumlah acara yang menghadirkan artis maupun tokoh nasional belum mampu menyamai jumlah peserta yang hadir pada malam selawat bersama Gus Iqdam.

“Kalau dulu kami pernah mengundang artis, ternyata masih kalah ramai dibanding malam ini. Bedanya, malam ini kita tidak berkumpul untuk hiburan semata. Kita hadir untuk berselawat, mengaji, dan mencari keberkahan bersama,” katanya.

Sebagai bentuk rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan acara tersebut, Bachrul Amiq mengumumkan hadiah umrah bagi dua jemaah yang akan dipilih langsung oleh Gus Iqdam.

Pengumuman itu disambut tepuk tangan meriah dari para peserta yang memadati lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa Yayasan Pendidikan Cendekia Utama setiap tahun secara rutin memberangkatkan puluhan orang untuk menunaikan ibadah umrah. Jumlah peserta yang diberangkatkan bervariasi, mulai dari sekitar 35 hingga 60 orang setiap tahun.

“Nanti mohon Gus Iqdam memilih dua orang jemaah. Insyaallah keduanya akan kami berangkatkan umrah sebagai hadiah dari yayasan,” ujarnya.

Sementara itu, Gus Iqdam atau Agus Muhammad Iqdam Kholid hadir menyapa ribuan jemaah, sivitas akademika, serta masyarakat umum yang memenuhi halaman kampus Unitomo.

Pengajian yang berlangsung khidmat tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan hari lahir kampus.

Mengawali tausiyahnya, Gus Iqdam menyampaikan salam serta penghormatan kepada para ulama, kiai, masyayikh, tokoh masyarakat, dan seluruh tamu undangan yang hadir.

“Semoga para kiai dan alim ulama senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari ilmu yang beliau-beliau ajarkan,” ujarnya.

Gus Iqdam juga menyampaikan apresiasi kepada Unitomo yang telah mengundangnya dalam rangkaian Dies Natalis ke-45.

Ia mengaku bersyukur akhirnya dapat memenuhi undangan tersebut setelah sebelumnya belum dapat memastikan waktu kehadirannya.

Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengaku sempat mengira Unitomo merupakan perguruan tinggi berbasis Islam karena kuatnya nuansa religius yang ditunjukkan pimpinan kampus dan seluruh jajarannya.

Namun setelah mencari informasi lebih lanjut, ia mengetahui bahwa Unitomo bukanlah kampus Islam.

“Saya sempat bertanya-tanya, Unitomo ini universitas Islam atau bukan. Ternyata bukan. Tetapi yang membuat saya kagum, mulai dari rektornya hingga jajarannya memiliki karakter seperti santri. Setelah saya pelajari dan bertanya kepada beberapa pihak, memang banyak yang memiliki latar belakang pesantren,” kata Gus Iqdam.

Ia juga mengapresiasi tradisi pengajian dan selawat yang rutin digelar Unitomo sebagai bagian dari peringatan hari lahir kampus. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur yang patut dipertahankan.

“Ketika mengetahui bahwa setiap hari lahir kampus selalu diisi pengajian dan selawatan, saya langsung mengatakan, ‘Kalau begitu berikan saja jadwalnya.’ Alhamdulillah, malam ini Allah menakdirkan saya bisa hadir di sini,” tuturnya.

Senada dengan itu, Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, SH, MH, menyebut kehadiran Gus Iqdam sebagai momentum istimewa yang telah lama dinantikan keluarga besar kampus.

Menurutnya, pendekatan dakwah Gus Iqdam yang menyejukkan dan merangkul semua kalangan mampu mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mencintai Al-Qur’an dan majelis ilmu.
“Ini merupakan sesuatu yang sangat spesial bagi Unitomo. Kehadiran Gus Iqdam adalah hal yang sudah kami idam-idamkan sejak beberapa tahun lalu. Alhamdulillah, beliau akhirnya dapat hadir di Unitomo untuk berselawat dan memanjatkan doa bersama,” ujarnya.

Siti Marwiyah menegaskan bahwa kegiatan keagamaan merupakan bagian dari komitmen Unitomo dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan spiritual yang kuat.

Ia berharap tradisi pengajian dan selawat terus tumbuh di lingkungan kampus sehingga mampu memperkuat hubungan antara sivitas akademika dan masyarakat.

Bagi Unitomo, malam selawat bersama Gus Iqdam bukan sekadar agenda keagamaan.

Siti Marwiyah juga menyampaikan Unitomo secara rutin menyelenggarakan pengajian, selawat, dan berbagai kegiatan pembinaan karakter sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang religius, inklusif, dan menyejukkan.

“Jika budaya pengajian dan selawat terus tumbuh di kampus, insyaallah Unitomo akan menjadi kampus yang sejuk, nyaman, dan mampu melahirkan generasi penerus yang unggul secara akademik sekaligus kuat secara moral,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus menjadi agenda berkelanjutan kampus, termasuk dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Unitomo dengan menghadirkan ulama dan tokoh agama nasional lainnya pada masa mendatang.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Jefri Hadi
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV