SUARA INDONESIA, REMBANG - Objek wisata Pantai Karangjahe, Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kembali dibuka untuk umum pada Minggu (22/3/2026), setelah tutup satu bulan penuh selama Ramadan 1447 Hijriah. Sejak dibuka, jumlah kunjungan wisatawan langsung meningkat signifikan.
Wakil Direktur BUMDes Abimantrana Desa Punjulharjo, Nurul Anwar di Rembang, Selasa, mengatakan pada hari pertama pembukaan tercatat sebanyak 6.725 pengunjung dengan pendapatan sekitar Rp14,5 juta.
Pada Senin (23/3/2026), jumlah pengunjung meningkat menjadi 9.663 orang dengan pendapatan Rp17,4 juta. Sementara pada Selasa (24/3/2026), jumlah pengunjung kembali naik menjadi 9.722 orang dengan pendapatan sekitar Rp9,4 juta.
"Secara total selama tiga hari, jumlah kunjungan mencapai 26.110 orang dengan total pendapatan sekitar Rp41,3 juta dari retribusi tiket masuk. Nilai tersebut merupakan pendapatan bersih (netto) yang sudah digunakan sebelumnya untuk operasional, seperti pembayaran gaji karyawan, listrik, air dan kebutuhan lainnya," ujarnya, belum lama ini di lokasi.
Nurul mengatakan lonjakan pengunjung ini menjadi indikator positif bagi pemulihan sektor pariwisata daerah.
Ia menjelaskan rincian pengunjung didominasi wisatawan dewasa. Pada 22 Maret tercatat 2.241 anak-anak dan 4.484 dewasa. Kemudian pada 23 Maret sebanyak 3.221 anak-anak dan 6.442 dewasa, serta pada 24 Maret terdapat 3.240 anak-anak dan 6.482 dewasa.
Selain itu, kata dia, kendaraan yang masuk ke kawasan wisata cukup beragam, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, travel, hingga bus besar dan kereta wisata.
"BUMDes Abimantrana mengelola tiga unit usaha, yakni kawasan Pantai Karangjahe, edupark situs perahu kuno abad ke-7, serta Pamsimas," ungkapnya.
Di kawasan wisata tersebut terdapat 139 kios, 57 pedagang asongan, 73 wahana permainan, 36 trail, 17 kereta hias, 20 perahu wisata, 10 mandi bola, dan 39 perahu karet.
Salah satu pengunjung, Tardi (50), warga Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, mengaku berangkat dari rumah sekitar pukul 11.00 WIB untuk berwisata bersama keluarga.
Ia memilih datang pada siang hari agar perjalanan lebih santai dan bisa menikmati suasana pantai hingga sore.
“Kami sengaja berangkat agak siang, biar tidak terlalu terburu-buru. Sampai sini masih cukup waktu untuk bermain dan menikmati pemandangan bersama keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Syafiq (32), warga Kecamatan Sedan, menaruh harapan besar agar kawasan wisata tersebut tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal di tengah meningkatnya jumlah pengunjung.
“Ini wisata umum yang terbuka untuk siapa saja. Harapannya tetap mempertahankan adat ketimuran, sopan santun, serta budaya yang religius, supaya tetap nyaman dan sesuai dengan kearifan lokal,” katanya.
Menurutnya, peran pengelola dan kesadaran pengunjung sangat penting dalam menjaga suasana wisata agar tetap kondusif, tertib, dan mencerminkan identitas budaya daerah. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi