SUARA INDONESIA, JOMBANG,- Jelang momen Lebaran Idul Fitri 1445 H, perajin keripik tempe di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur kebanjiran order. Permintaan camilan khas Jombang ini meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Salah satu perajin keripik tempe, Derita Prihatin (52) mengatakan, usahanya yang dirintis sejak tahun 2005 ini mengalami peningkatan permintaan yang signifikan menjelang Lebaran.
"Biasanya, kami hanya menggunakan 15 kilogram kedelai per hari. Tapi, untuk Ramadan tahun ini, kami membutuhkan 35 kilogram kedelai per hari," ungkap Derita saat ditemui di kediamannya, Sabtu (30/3/2024).
Derita menjelaskan, keripik tempenya tersedia dalam berbagai kemasan dan harga, mulai dari Rp 12 ribu untuk kemasan kecil hingga Rp 65 ribu untuk 1 kilogram.
"Untuk Lebaran tahun ini, keripik tempe dalam kemasan toples dan kiloan paling diminati pembeli," ujarnya.
Derita mengaku, bahan baku untuk membuat keripik tempe seperti minyak goreng dan kedelai masih aman dan tersedia selama Ramadan.
"Alhamdulillah, untuk bahan baku tidak ada kendala. Jadi, kami bisa memenuhi permintaan pelanggan dengan lancar," terangnya.
Saat ini, Derita masih memasarkan keripik tempenya secara offline di beberapa pusat oleh-oleh di Jombang, kawasan makam religi Gus Dur, dan di rumahnya.
"Biasanya, setelah Lebaran banyak pemudik yang memesan keripik tempe sebagai oleh-oleh," kata Derita.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
Pewarta | : Gono Dwi Santoso |
Editor | : Imam Hairon |
Komentar & Reaksi