SUARA INDONESIA

Akhir Pekan Berubah, CFD Jalan Sawah Jadi Tren Baru Warga Banjarnegara

Iwan Setiawan - 27 July 2026 | 08:07 - Dibaca 52 kali
Ekbis Akhir Pekan Berubah, CFD Jalan Sawah Jadi Tren Baru Warga Banjarnegara
Suasana Car Free Day di Jalan Simbang, Kecamatan Mandiraja, yang dipadati masyarakat untuk berolahraga, berburu kuliner, dan menikmati panorama persawahan. (Foto: Iwan Setiawan/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA BANJARNEGARA – Masyarakat Banjarnegara kini memiliki tren baru dalam menghabiskan akhir pekan. Jika sebelumnya car free day (CFD) identik digelar di kawasan perkotaan, kini warga justru ramai-ramai memadati ruas jalan di tengah hamparan sawah untuk berolahraga, berburu kuliner, hingga berbelanja produk UMKM.

Fenomena ini mulai terlihat di Desa Kutayasa, Kecamatan Bawang, dan Jalan Simbang, Kecamatan Mandiraja. Belakangan, konsep serupa juga mulai bermunculan di Kalibening dan kawasan objek wisata Seakong Kecamatan Wanadadi.

Jalan desa yang dikelilingi persawahan dengan panorama perbukitan berubah menjadi ruang publik baru yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap akhir pekan.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Disparbud Banjarnegara, Diah Ayu Pramono, menilai tren tersebut menunjukkan perubahan pola rekreasi masyarakat.

Menurutnya, akhir pekan kini tidak lagi selalu dihabiskan di objek wisata, tetapi juga dengan menikmati suasana pedesaan sambil berolahraga dan bersantai bersama keluarga.

"Ini menjadi alternatif destinasi wisata baru. CFD tidak hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga ruang berkumpul masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi," katanya, Senin (24/7/2026).

Menurut Diah, Banjarnegara memiliki banyak kawasan persawahan dan perbukitan dengan akses jalan yang semakin baik sehingga berpotensi melahirkan lebih banyak CFD serupa.

Selain menjadi ruang rekreasi, kegiatan tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Pelaku UMKM kuliner, hasil pertanian, kerajinan, produk fesyen hingga jasa parkir ikut merasakan manfaat dari ramainya pengunjung.

"Kalau melihat aktivitas yang ada, perputaran ekonominya cukup besar karena banyak sektor yang terlibat. Potensinya bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah apabila kegiatan ini terus berkembang," ujarnya.

Ia berharap tren CFD di kawasan persawahan terus diuri-uri dan dikembangkan oleh desa-desa lain sesuai potensi masing-masing.

Selain mendorong ekonomi masyarakat, kegiatan itu juga diharapkan menjadi ruang promosi seni, budaya, dan potensi lokal Banjarnegara. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV