SUARA INDONESIA

Jumat Berkah ala Emak-emak Jember, Berbagi Sayur di Masa Pandemi

Imam Hairon - 13 August 2021 | 06:08
Feature  Jumat Berkah ala Emak-emak Jember, Berbagi Sayur di Masa Pandemi

JEMBER - Pandemi Covid-19 tidak harus membuat masyarakat putus asa. Jika dipandang dari sisi berbeda, maka memunculkan ikatan sosial yang tinggi. 

Pandemi membuat orang saling menjaga dan membantu antar sesama. Seperti kisah inspiratif Suryani, warga Dusun Beteng, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember.

Ketika jarum jam menunjuk angka 5 setiap Jumat pagi, keluarga kecil Suryani mulai sibuk menata sayur segar di depan halaman rumahnya. 

Bu Yeni, sapaan akrabnya, bukan berdagang melainkan semua sayuran tersebut untuk dibagikan ke tetangganya dan warga sekitar yang berada di Desa Sidomekar. 

Yeni adalah seorang guru honorer yang kini aktif mengajar di SMP 1 Negeri Semboro. Kegiatan berbagi sayur mayur hingga lauk pauk itu Yeni beri nama Jumat Berkah.

Ia menceritakan kegiatan Jumat Berkah tersebut awalnya dibagikan di masjid untuk jamaah sholat Jumat.

"Jumat berkah ini sudah berjalan kira-kira 8 bulan, tapi berbagi sayur mayur ini masih berjalan 4 bulan," tutur Yeni, saat ditemui di kediamannya. Jumat (13/8/2021).

Dibantu dengan suami dan kedua anaknya, sehari sebelum Jumat, Yeni harus menyiapkan sayur mayur. Bukan hal mudah mendapatkan sayur mayur segar.

Yeni bersama keluarga kecilnya mencari hingga ke luar kecamatan. Seperti sawi, terong, genjer, kenikir, sayur bayam, pakis, dia beli langsung dari petani.

"Kita harus selektif memilih sayuran terbaik, terlebih untuk menghemat saja mas. Kan kita harus membagi beberapa item-item sayuran supaya lengkap, kalau beli ke pasar beda lagi harganya," ungkap guru pengajar Mapel Bahasa Inggris ini.

Saban Jumat tiba, sekira pukul 05.30 WIB, Yeni dibantu para tetangganya menata sayuran dan lauk pauk berjajar. 

Saat itu pun warga telah menanti sayuran tersebut untuk dibagikan. Karena masa pandemi, Yeni secara tegas menyampaikan kepada warga yang datang harus mentaati protokol kesehatan.

"Harus pakai masker, yang tidak pakai masker terpaksa kami suruh pulang. Wajib mencuci tangan dan tidak bergerombol," terang Yeni.

Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan dari rekan kerjanya, saudara maupun tetangganya, hingga ada beberapa di antaranya menyumbang untuk kegiatan Jumat Berkah. 

"Awalnya saya ragu dan malu. Karena dorongan ibu saya, akhirnya saya bertekad untuk mengadakan kegiatan Jumat Berkah ini. Dan alhamdulillah teman, saudara, tetangga yang satu visi dengan saya ada juga yang memberi sebagian rezeki untuk bergabung. Ada yang menyumbang sayuran, lauk pauk hingga uang tunai," ungkapnya.

Saat pemerintah menerapkan PPKM sebulan terakhir, semakin banyak warga yang mengambil sayur mayur maupun lauknya. Namun donatur pun semakin bertambah.

"Alhamdulillah, kegiatan ini semakin berkembang dan banyak peminatnya, baik yang mengambil maupun memberi. Kami selalu berpesan kepada warga, ambil sedekah secukupnya taruh sedekah seikhlasnya," katanya.

Meski masih menyandang predikat guru honorer, yang bergaji tak lebih dari Rp 2 juta, namun Yeni bertekad akan terus melakukan kegiatan sosial ini.

"Kita semua tahu, sekarang masa pandemi, tapi Alhamdulillah kami masih bisa berbagi. Semoga niat tulus ikhlas para donatur tercatat amal baik oleh Allah dan semoga pandemi ini segera berlalu," harapnya. (ito/amj)

Pewarta : Imam Hairon
Editor : Deni Ahmad Wijaya

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV