SUARA INDONESIA

Terjaring Operasi Penertiban, Bocah Pengamen di Pemalang Menangis

Ragil Surono - 18 March 2024 | 12:03 - Dibaca 374 kali
News Terjaring Operasi Penertiban, Bocah Pengamen di Pemalang Menangis
Petugas Satpol PP Pemalang menaikkan beberapa anak jalanan ke kendaraan operasional untuk dibawa ke dinas sosial. (Foto: Ragil/Suara Indonesia)

SUARAINDONESIA, PEMALANG- Seorang bocah berusia 12 tahun, sebut saja Ade (bukan nama sebenarnya) menangis ketika ikut terjaring operasi penertiban Satpol PP Pemalang, Jawa Tengah, Senin (18/3/2024).

Ketika dikonfirmasi di penampungan sementara Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pemalang, bocah asal Kecamatan Pemalang Kota ini mengaku, hidup bersama neneknya. Sementara kedua orang tuanya sudah bercerai.

Operasi penertiban terhadap anak jalanan, atau biasa disebut dengan istilah PGOT ini, rutin dilakukan oleh jajaran Satpol PP yang bekerja sama dengan Dinsos Kabupaten Pemalang.

Kasatpol PP Pemalang Ahmad Hidayat menuturkan, rutinitas operasi penertiban terhadap anak jalanan dan pengamen ini bakal terus dilakukan.

"Kami bekerja sama dengan dinas sosial. Untuk kali ini kebanyakan yang terjaring operasi warga lokal Kabupaten Pemalang," katanya, singkat.

Namun, operasi penertiban terhadap anak jalanan atau pengamen, terkesan hanya rutinitas kegiatan, tanpa ada penyelesain dari instansi terkait. Apa tanggapan dinsos?

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Penanganan Sosial Dinsos Kabupaten Pemalang Rokhilah berlasan, belum adanya rumah singgah di kabupaten setempat menjadi salah satu ke kendala penanganan anak jalanan atau PGOT kurang maksimal.

"Kami tidak punya rumah singgah untuk menampung anak jalanan ataupun pengamen," terangnya, ketika ditanya di ruang kerjanya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ragil Surono
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV