SUARA INDONESIA

Perempuan Mualaf di Banyuwangi Rela Hapus Tato Demi Perbaiki Diri

Muhammad Nurul Yaqin - 02 May 2024 | 11:05 - Dibaca 764 kali
News Perempuan Mualaf di Banyuwangi Rela Hapus Tato Demi Perbaiki Diri
Nova Purnama Sari (27), perempuan mualaf yang melakukan penghapusan tato gratis di Klinik Pratama Polresta Banyuwangi, Kamis (2/5/2024). (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Seorang perempuan mualaf di Banyuwangi, Jawa Timur, turut menjadi peserta hapus tato gratis yang digelar di Klinik Pratama Polresta Banyuwangi, Kamis (2/5/2024).

Ia adalah Nova Purnama Sari, warga Purwoharjo. Perempuan 27 tahun ini mengaku mengambil keputusan menghapus tato yang pernah dimiliki untuk memperbaiki diri.

Demi hijrah, Nova bertekad mengarungi lembaran baru kehidupan dengan mendekatkan diri kepada agama yang dianutnya saat ini.

“Kan sebenarnya (tato) tidak boleh sama agama. Saya mualaf, dulu agama saya Hindu sekarang mualaf (Islam). Alasan saya hapus tato untuk memperbaiki diri yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Nova mengaku sudah 15 tahun mengoleksi seni lukis tubuh di bagian lengan kanannya. Muncul niatan menghapus tato, sejak tahun kemarin.

Kedatangannya di Klinik Pratama Polresta Banyuwangi merupakan kali kedua Nova melakukan penghapusan tato gratis.

“Kata dokter yang menangani penghapusan tato, prosesnya membutuhkan tiga sampai empat kali baru bisa hilang,” ujarnya.

Nova juga memperlihatkan proses penghapusan tatonya. Tangannya yang dihiasi tato tampak dilaser. Sesekali Nova juga mengamati setiap proses penghapusan tato yang dilakukan tim medis.

“Kalau saat di laser tidak sakit. Yang sakit itu setelahnya, terasa panas, apalagi saat awal-awal hapus tato, itu saya menahan rasa sakit 4-5 hari baru sembuh,” akunya.

Senada dengan Nova, peserta lain Bili Ariska (68) mengaku menghapus tato juga untuk memperbaiki diri.

Pria lanjut usia asal Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi ini sudah 48 tahun mengoleksi tato di kedua lengan tangannya.

“Alasan saya karena anak dan cucu. Sering ditegur, akhirnya merasa malu sendiri. Sehingga saya berinisiatif hapus tato,” kata Bili.

Teknis Pelaksana Hapus Tato, Novi Candra Pribadi mengatakan, total peserta yang ikut dalam hapus tato tersebut sekitar puluhan orang.

Sekali giat hapus tato, kata dia, Klinik Pratama Polresta Banyuwangi bisa melayani sekitar 15 sampai 30 pasien baik pasien baru dan lama.

“Kegiatan hapus tato gratis ini sudah mulai tahun kemarin. Hingga kini sudah delapan kali lebih dilaksanakan. Ke depan akan dirutinkan setiap sebulan sekali,” cetusnya.

Novi menjelaskan, penghapusan tato tidak sekali proses langsung hilang begitu saja. Namun, masih butuh beberapa kali penanganan.

“Tergantung beberapa hal. Jenis tato, tinta, lamanya tato, terus kedalaman tusukan tato. Untuk penanganan ada yang cukup 5 kali, bahkan 10 kali baru bisa hilang,” tandasnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV