SUARA INDONESIA

Masuk Gorong-Gorong Saluran Air, Ular Sanca Besar Gegerkan Nelayan di Pemalang

Ragil Surono - 21 May 2024 | 17:05 - Dibaca 1.92k kali
News Masuk Gorong-Gorong Saluran Air, Ular Sanca Besar Gegerkan Nelayan di Pemalang
Warga bersama petugas Satpolairud mengevakuasi ular sanca kembang di pengisian solar nelayan Tanjung Sari, Pemalang. (Foto: Ragil/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, PEMALANG - Seekor ular jenis sanca berukuran besar sepanjang enam meter, menyelinap masuk ke tempat pengisian solar nelayan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Sari, Pemalang.

Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tanjung Sari, Roni (35) mengatakan, ular itu ditemukan di dalam stasiun pompa solar, lalu masuk ke saluran gorong-gorong pembuangan air.

"Ular menyelinap masuk ke tempat pengisian solar Nelayan pada hari Minggu kemarin. Kemudian masuk ke tempat pembuangan saluran air. Selanjutnya, kami evakuasi dan berikan kepada komunitas pencinta reptil Pemalang," kata Roni, Selasa (21/5/2024).

Dirinya menjelaskan, ular besar ini diperkirakan berjenis kelamin betina dan masih ada satu lagi yang belum tertangkap.

Menurutnya, ular yang tertangkap kemarin sering terlihat oleh warga mondar-mondar di sekitar muara sampai ke SPBN, tempat ular itu ditemukan.

"Saya sendiri sering melihat ular sanca yang kemarin tertangkap itu jenis kelaminya betina, karena berukuran besar. Dan yang lebih kecil jenis kelaminya jantan," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Hasan (33) seorang warga yang bekerja di dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menambahkan, jika ular sanca itu diduga datang dari arah barat atau seberang sungai yang melintasi muara pelabuhan Tanjung Sari.

"Di seberang muara pelabuhan Tanjung Sari sedang dilakukan pembangunan industri. Kawasan itu dulu banyak hutan bakau yang sekarang ditebangi. Jadi kemungkinan karena habitatnya diobrak-abrik, ular itu menyeberangi sungai ke arah timur hingga muara pelabuhan,” jelas Hasan.

Selain banyak jenis ular berukuran besar, Hasan berkata, di hutan bakau yang sekarang sedang dibangun industri untuk pelabuhan laut modern itu, juga ada habitat ayam hutan.

“Dulu masih banyak sering terlihat ayam hutan berseliweran di hutan bakau, sekarang mungkin sudah tidak ada," tutupnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ragil Surono
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV