SUARA INDONESIA

"Suapan Cinta" Wujud Kolaborasi KEI dan Pemkab Sumenep Tekan Angka Stunting di Kepulauan

Wildan Mukhlishah Sy - 17 January 2026 | 17:01 - Dibaca 662 kali
News
Kolaborasi Kangean Energy Indonesia (KEI) dengan DPMD Sumenep dalam menekan angka stunting. (Foto: Fjr for Suaraindonesia.co.id)

SUARA INDONESIA, SUMENEP - Komitmen menekan angka stunting di wilayah kepulauan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemka) Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat, melaksanakan program Sumenep Asupan Pangan Ceria Indah Merata (Suapan Cinta) di Desa Pagerungan Kecil dan Pagerungan Besar.

Program tersebut menyasar langsung balita dan ibu hamil melalui pendekatan terpadu berupa edukasi gizi, pemberian makanan tambahan (PMT), serta distribusi susu sebagai upaya konkret menurunkan risiko stunting di wilayah kepulauan yang menjadi bagian dari area kerja KEI.

Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf menyebut, Suapan Cinta merupakan langkah nyata hasil kerja bersama pemerintah daerah, perusahaan migas, dan pemerintah desa.

“Pelaksanaan Suapan Cinta ini adalah kerja bersama antara DPMD, SKK Migas–KEI dan pemerintah desa di Pagerungan Besar dan Kecil sebagai langkah nyata menurunkan stunting di Sumenep,” kata Anwar, Rabu (14/01/2026) kemarin. 

Ia menegaskan bahwa pendekatan langsung kepada sasaran menjadi pembeda utama dalam program tersebut.

Menurut Anwar, kombinasi antara intervensi gizi dan edukasi akan membuat penanganan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat kepulauan yang selama ini minim pendampingan intensif.

Program Suapan Cinta di Pagerungan menjadi langkah awal model intervensi stunting berbasis kolaborasi yang diharapkan dapat diperluas ke wilayah kepulauan lainnya di Kabupaten Sumenep.

“Kami tidak hanya membagikan makanan tambahan dan susu untuk balita serta ibu hamil, tetapi juga memberikan penyuluhan langsung agar ada dorongan psikologis yang memotivasi mereka,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Pagerungan Kecil, Halilurahman, mengaku program tersebut membawa perubahan besar dalam pola pendampingan masyarakat.

“Biasanya hanya ada penyerahan bantuan tanpa sosialisasi kepada sasaran. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada DPMD, SKK Migas dan KEI yang menjadikan pulau kami sebagai lokasi awal Suapan Cinta,” ungkapnya. 

Ia berharap kolaborasi itu terus berlanjut hingga mampu menghapus stunting di wilayahnya.

“Kami ingin semua pihak ikut mendukung agar ke depan tidak ada lagi kasus stunting di pulau kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Manager PGA Kangean Energy Indonesia, Kampoi Naibaho. Ia menilai pendekatan yang dilakukan sangat sesuai dengan kondisi sosial masyarakat di wilayah kerja KEI.

"Kami optimistis karena program ini dijalankan dengan komunikasi langsung bersama warga sasaran, kader posyandu dan tenaga kesehatan di wilayah kerja kami,” katanya.

KEI, lanjut Kampoi, akan ikut memantau keberlanjutan distribusi PMT dan susu bagi balita dan ibu hamil sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap program sosial di daerah operasi.

"Mari kita dukung bersama agar kehadiran pemerintah dan KEI benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*) 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV