SUARA INDONESIA, MALANG - Dominasi dan tajinya talenta sepak bola putri asal Kabupaten Malang kembali terbukti di level regional. Klub pembinaan Arunda Women FC sukses memborong trofi dalam gelaran turnamen bergengsi PSMS Mendalan Grassroots Football Festival Tahun 2026 yang dihelat di Desa Mendalan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, pada Minggu (12/7/2026) lalu.
Dalam turnamen sepak bola akar rumput tersebut, Arunda Women FC menurunkan dua tim andalannya pada dua kelompok umur berbeda, yakni Kategori Putri Usia di bawah 16 tahun (U-16) dan Usia di bawah 12 tahun (U-12). Langkah berani ini berbuah manis dengan keberhasilan kedua tim menembus posisi podium tertinggi.
Pada persaingan sengit Kelompok U-16, anak-anak asuh Arunda FC tampil perkasa mengungguli para pesaing tangguh seperti Persida Women Sidoarjo, Nasehat FC Women Pasuruan, dan Bina Juang Pasuruan. Lewat performa taktis sepanjang turnamen, Arunda Women FC akhirnya keluar sebagai Juara 1 kelompok U-16.
Prestasi impresif tersebut disempurnakan oleh tim junior mereka di Kelompok U-12. Bersaing ketat dengan Bina Juang Pasuruan, Persida Women Sidoarjo, dan Bonagung Women, tim Arunda Women FC U-12 sukses menyabet gelar Juara 2.
Menanggapi hasil positif ini, Manajer Arunda FC, Abie Manyu, menyatakan bahwa esensi keikutsertaan mereka bukan sekadar memburu piala, melainkan misi besar mengubah sudut pandang masyarakat. Ia berharap sepak bola putri semakin diminati ke depannya.
"Kami ingin mengubah stigma bahwa sepak bola adalah olahraga yang kasar dan khusus pria," ujar Abie, Rabu (15/7/2026).
Lebih lanjut, Abie menegaskan komitmen jangka panjang Arunda FC dalam mengembangkan pembinaan dan pengenalan sepak bola putri di wilayah Kabupaten Malang agar semakin dikenal luas oleh publik.
Namun, ia menyadari bahwa pergerakan klub kaderisasi membutuhkan sokongan sistem kompetisi yang sehat dari pemangku kebijakan.
Abie pun secara terbuka menyuarakan harapannya agar Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Asosiasi Kabupaten (Askab) Malang segera menggulirkan kompetisi resmi khusus kelompok sepak bola putri.
Langkah ini dinilai krusial agar jalur penjaringan calon atlet di Kabupaten Malang dapat tertata secara sistematis.
"Jadi pas mau ada kompetisi tingkat provinsi atau nasional, kita tidak perlu lagi ribet melakukan seleksi dadakan, karena di dalam kompetisi yang berjalan sehat itu proses seleksi alamiah sudah otomatis terjadi," pungkas Abie. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi