SUARA INDONESIA, BLORA - Kepolisian Resor (Polres) Blora menyatakan dugaan motif meninggalnya seorang ibu rumah tangga berinisial M (41), warga Dusun Mojorembun, Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, mengarah pada persoalan keluarga, bukan karena terkendala biaya pendidikan anak.
Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan hasil penyelidikan menunjukkan korban dan suaminya selama ini hidup harmonis.
"Dari hasil penyelidikan, keluarga korban merupakan keluarga yang harmonis," ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Namun, berdasarkan keterangan yang dihimpun penyidik, korban diduga mengalami tekanan batin karena orang tua kandungnya kerap menegur dan merendahkan kondisi ekonomi suaminya yang dinilai berpenghasilan pas-pasan.
Korban, kata dia, selama ini memilih memendam sendiri tekanan tersebut dan tidak pernah menyampaikan hinaan maupun celaan dari orang tuanya kepada sang suami.
Polisi juga meluruskan informasi yang sempat beredar bahwa korban diduga nekat mengakhiri hidup karena kesulitan membiayai pendidikan anaknya yang akan masuk pondok pesantren.
"Berdasarkan hasil pendalaman, untuk permasalahan pendidikan anak tidak ada kendala karena sekolah dan seragam gratis," kata dia.
Zaenul menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Selasa (23/6) pagi. Sekitar pukul 04.30 WIB, korban diantar suaminya pulang ke rumah dari kediaman mertuanya di Kecamatan Kedungtuban menggunakan sepeda motor.
Setibanya di rumah sekitar pukul 05.00 WIB, korban meminta suaminya kembali ke rumah orang tuanya untuk menjemput anak mereka yang berusia 12 tahun. Suami kemudian memenuhi permintaan tersebut.
Sekitar pukul 06.00 WIB, suami bersama anaknya kembali ke rumah. Saat membuka pintu, keduanya mendapati korban telah meninggal dunia di ruang keluarga.
Suami korban kemudian meminta pertolongan warga. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kradenan yang langsung mendatangi lokasi bersama tim medis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi kemudian mengamankan barang bukti dan setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkas Zaenul. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi