PDIP Surabaya Salurkan Hewan Kurban dan Sampaikan Pesan Jaga Kebersihan Lingkungan
DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyembelih 14 ekor sapi kurban, yang digelar di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, Rabu (27/5/2026). (Foto: Lukman/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, SURABAYA - DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyembelih 14 ekor sapi kurban, yang digelar di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, Rabu (27/5/2026).

Bagi DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, perayaan Idul Adha tahun ini membawa pesan yang dekat dengan kehidupan warga: kurban yang bersih, sehat, dan tidak bikin lingkungan kotor.

Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Armuji mengatakan, kebiasaan membuang limbah kurban ke sungai maupun saluran air seharusnya mulai ditinggalkan.

"Kalau dibiasakan mencuci daging di sungai atau limbahnya masuk gorong-gorong, itu bisa mengganggu lingkungan. Di RPH ini praktis, aman, higienis, dan tidak merepotkan panitia," kata Armuji saat diwawancarai awak media di RPH Pegirian.

Di tengah masih banyaknya tradisi mencuci daging dan membuang limbah sembarangan saat Iduladha, langkah memotong hewan kurban di RPH justru menuai perhatian.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Ji ini menambahkan, selain lebih higienis, prosesnya dinilai praktis dan aman karena seluruh hewan telah diperiksa dokter hewan serta disembelih juru sembelih halal bersertifikat.

Tak hanya soal lingkungan, momen kurban ini juga memperlihatkan suasana kebersamaan yang terasa hangat. Daging kurban dibagikan kepada warga, pengurus partai, masjid, musala, pondok pesantren hingga panti asuhan di berbagai wilayah Surabaya.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPD PDIP Jawa Timur Didik Prasetiyono menyebut total ada 468 ekor sapi kurban yang disalurkan PDIP Jatim tahun ini ke berbagai daerah.

Menurutnya, kurban bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat.

"Pesan Bu Mega sederhana, selalu hadir bersama rakyat. Ini bentuk kehadiran PDI Perjuangan bersama rakyat," ujar Didik.

Sementara itu Ketua PAC PDIP Kecamatan Semampir, Umar Sumadiyo, yang sudah sejak pagi hari mendapat banyak pertanyaan dari warga terkait kapan pembagian daging kurban tersebut.

"Orang-orang itu dari tadi telepon terus, ‘Pak jam berapa dagingnya datang?’ Mereka senang sekali karena setiap tahun kebagian,” ujarnya sambil tersenyum.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, pembagian daging kurban, suasana guyub, hingga edukasi soal lingkungan membuat momentum Iduladha kali ini terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari warga Surabaya. (*)