SUARA INDONESIA

Petrokimia Gresik Asah Kesigapan Darurat Pekerja, Antisipasi Risiko Bencana

Rifki Ahmad - 20 June 2026 | 00:06 - Dibaca 174 kali
Pelayanan Publik Petrokimia Gresik Asah Kesigapan Darurat Pekerja, Antisipasi Risiko Bencana
Petrokimia Gresik menggelar aksi simulasi tanggap darurat dengan skenario Emergency Respons Dril yang diikuti puluhan pekerja baik internal maupun eksternal.

SUARA INDONESIA, GRESIK – PT. Petrokimia Gresik menggelar aksi simulasi tanggap darurat bagi para pekerja guna meningkatkan kemampuan teknis serta kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kedaruratan, khususnya risiko bencana yang berdampak terhadap masyarakat.

Simulasi tanggap darurat yang melibatkan berbagai pihak dan diikuti puluhan partisipan ini berlangsung maraton di area Gelanggang Olah Raga (GOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik. Para peserta diajak terlibat dalam aksi simulasi di lapangan dalam skenario Emergency Respons Dril. 

Petugas menjalankan skenario penanganan korban saat situasi kedaruratan terjadi. Petugas melakukan koordinasi medis eksternal, evaluasi posko darurat, dan rekapitulasi korban yang sesuai, sampai status kedaruratan dinyatakan aman.

Wakil Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Gresik Danny Suteja mengapresiasi simulasi tanggap darurat yang digelar PT Petrokimia Gresik. Langkah ini dinilai responsif karena belum banyak perusahaan yang melibatkan berbagai pihak dalam menekan risiko dampak bencana terhadap masyarakat.

"Kami FPRB menyampaikan apresiasi terhadap dunia usaha yang sudah mencoba mengupayakan mitigasi dampak risiko dari bahaya di tempat kerja," ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Dani pun mengapresiasi upaya kolaborasi Petrokimia Gresik dengan berbagai pihak dalam simulasi tanggap darurat. Hingga Emergency Respons Dril Petrokimia Gresik 2026 iki diikuti oleh pihak eksternal maupun internal Petrokimia Gresik Group.

Pihak eksternal turut mengikuti Rumah Sakit Semen Gresik, Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik, Rumah Sakit Ibnu Sina, BPBD, Dinas PMK, Dinas Kesehatan, FPRB Kabupaten Gresik, dan sejumlah pihak lainnya dalam observer maupun evaluator.

"Salah satu pengurus kita juga menjadi evaluator, yang bertugas mengevaluasi simulasi tanggap darurat," jelasnya.

Menurutnya, simulasi tanggap darurat ini sangat penting agar perusahaan tidak gagap ketika terjadi sebuah kejadian kedaruratan. "Agar menjadikan Tata Laksana Penangganan yang lebih baik sehingga dapat mengurangi dampakan akibat kedaruratan yang ditimbulkan," pungkasnya. 

Sebagai informasi, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Gresik adalah sebuah wadah dalam membersamai seluruh elemen Pentahelix baik pemerintah, masyarakat, akademisi, media dan dunia usaha dalam mewujudkan upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Gresik.


 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV