SUARA INDONESIA

Harga Solar Industri Naik Efek Perang AS-Iran, Kadin Imbau Perusahaan di Gresik Seimbangkan Operasional

Rifki Ahmad - 31 March 2026 | 21:03 - Dibaca 565 kali
Ekbis Harga Solar Industri Naik Efek Perang AS-Iran, Kadin Imbau Perusahaan di Gresik Seimbangkan Operasional
Ketua Kadin Kabupaten Gresik Moch Choirul Rizal. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, GRESIK – Kamar Dagang Indonesia (Kadin) mengimbau seluruh industri yang beroperasi di Kabupaten Gresik agar menyeimbangkan operasional dan produksi, menyusul kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar kategori non subsidi untuk industri imbas konflik perang di kawasan Timur Tengah antara Israel-Amerika Serikat melawan Iran yang berlangsung selama sebulan terakhir. Harga BBM jenis solar industri saat ini terpantau sudah mulai mengalami kenaikan.

Pembatasan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital sektor energi dunia oleh Iran merespons serangan AS dan Israel membuat pasokan minyak global terganggu. Sehingga tidak hanya berdampak terhadap suplai ketersediaan, penutupan jalur penting ini juga mengerek harga minyak mentah global yang berimbas pada harga energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ketua Kadin Kabupaten Gresik, Moch Choirul Rizal menilai, penyelarasan dan penyeimbangan operasional dan produksi oleh industri-industri di tengah situasi seperti saat ini sangat penting dilakukan sebagai langkah antisipasi dan salah satu upaya strategis untuk menekan penggunaan bahan bakar solar industri.

“Saat ini solar solar industri sudah naik, yang awalnya 15 ribu sekarang sudah 21-20 ribu. Jadi nanti semua sektor berpotensi akan berpengaruh atas kondisi saat ini, karena itu kami tengah membahas langkah-langkah strategis agar kita bisa memberikan masukan-masukan kepada pemerintah pusat maupun daerah, terutama terhadap industri-industri yang beroperasi di Jawa Timur dan khususnya di Kabupaten Gresik,” kata Rizal.

Ia memastikan bahwa hingga kini belum ada laporan terkait gejolak apapun dari perusahaan-perusahaan termasuk ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Artinya sejauh ini pasokan dan ketersediaan solar non subsidi untuk industri masih relatif lancar dan stabil.

“Sampai sekarang belum ada laporan terkait kekurangan pasokan, tapi kita tetap mendorong pemerintah agar menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi situasi ini, sehingga gejolaknya tidak terlalu besar. Perusahaan pun pasti akan memperhitungkan biaya operasional di tengah kondisi saat ini,” terangnya.

Selain mengimbau industri untuk menyelaraskan dan menyeimbangkan operasional, Kadin Kabupaten Gresik juga meminta agar perusahaan-perusahaan tidak melakukan pengurangan pekerja di tengah situasi seperti saat ini.

“Kami juga mengimbau kepada perusahaan-perusahaan agar tidak melakukan pengurangan pekerja,” tegasnya.

Kadin Kabupaten Gresik juga meminta seluruh perusahaan-perusahaan agar tetap tenang dan tidak panik di tengah situasi seperti saat ini. Sinergi dan kolaborasi menjadi dua aspek penting untuk menjaga stabilitas dan meminimalisir potensi gejolak yang ditimbulkan dari konflik perang di kawasan Timur Tengah antara Israel-Amerika Serikat melawan Iran. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV