SUARA INDONESIA, BLITAR - Pemkab Blitar menggelar audensi bersama pengusaha lokal dan membahas tentang strategi distribusi telur ayam broiler ditengah situasi terkini. Kegiatan tersebut, berlangsung di Kantor Bupati Blitar Jalan Kusuma Bangsa No 60 Kanigoro, Jumat (17/04/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Blitar, Khusna Lindarti mengatakan, pembahasan ini melibatkan beberapa sektor seperti pemerintah daerah, perwakilan peternak ayam petelur, pengepul telur ayam hingga pengusaha pengiriman telur ayam.
"Ada enam poin yang sudah disampaikan oleh pengusaha telur ayam broiler dan Pemkab Blitar diminta untuk memfasilitasi keluhan ini kepada Pemerintah Pusat. Intinya, demi menjaga kesejahteraan pengusaha lokal agar tetap eksis dan roda perekonomian bergerak sempurna," ujarnya.
Dijelaskan, keenam poin itu adalah ada sebuah kebijakan pemerintah soal penambahan frekuensi menu telur di program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyuplai telur untuk MBG dari peternak skala UMKM dan pencairan/distribusi jagung SPHP segera dilaksanakan.
"Kemudian, ada kebijakan yang mengatur pengiriman telur tidak masuk pembatasan lalu lintas menjelang maupun sesudah perayaan lebaran, ada langkah kongkret ketika harga dibawah HAP (Harga Acuan Penjualan) produsen seperti saat harga diatas HAP penjualan," tambahnya.
Terakhir, pengusaha telur ayam broiler di Kabupaten Blitar berharap pimpinan daerah dalam hal ini yakni Bupati Blitar segera melangkah dengan cara mengirimkan surat hasil audensi ke Pemerintah Pusat demi memperkuat sektor peternakan khususnya telur ayam broiler.
Perlu diketahui, sesuai dengan data pada tahun 2024-2025, populasi ayam ras petelur di Kabupaten Blitar mencapai 16,6 juta ekor. Dengan jumlah tersebut, menjadi sentra utama telur di Indonesia dengan produksi 141 ribu ton per tahun dan memasok 30 persen kebutuhan telur nasional. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Arik Susanto |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi