SUARA INDONESIA

Tolak Setoran Judi, Kapolsek Baru Dapat Hadiah Umroh dari Kapolda Sumut

Lamhot Naibaho - 20 May 2024 | 13:05 - Dibaca 684 kali
Features Tolak Setoran Judi, Kapolsek Baru Dapat Hadiah Umroh dari Kapolda Sumut
Kapolsek Barus Iptu Mulia Riadi saat berbagi bingkisan makanan kepada pengendara yang melintas di depan Polsek Barus, Tapteng, Sumut. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, TAPTENG- Sikap tegas Kapolsek Barus Iptu Mulia Riadi menolak upeti judi, berbuah manis. Ia mendapatkan hadiah umroh dari Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi.

Mulia Riadi mengaku kaget atas hadiah tersebut. “Dan saya yakin banyak polisi lainnya yang berbuat lebih baik dari saya," tuturnya, saat diwawancarai, Minggu (19/5/2024) malam.

Meski mendapat pahala dari Kapolda Sumut, Mulia tetap beranggapan yang dilakukannya adalah suatu keharusan yang lumrah dilakukan anggota Polri di mana pun.

Bintara Polri 2003 gelombang II ini menyampaikan, memang banyak tantangan yang dihadapi ketika cobaan menggiurkan datang.

Tantangan tersebut salah satunya, pelaku judi yang mencoba menyerahkan setoran kepadanya dengan jumlah yang cukup besar, termasuk intervensi politisi yang dikenal kuat di daerah Tapteng.

Namun, Mulia mampu menangkis dengan cara disiplin menerapkan pedoman-pedoman hidup dalam kesehariannya. Terlebih dalam menjalankan tugas.

Termasuk pada saat bertugas di Samapta Polrestabes Medan, yang sehari-hari dirinya bisa saja berpeluang melakukan pungli.

Dia merasa bersyukur semua itu dapat dihindari. Dan ketika luang di luar tugas, dia lebih banyak melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi sekitarnya.

“Saya juga mengajar Satpam. Dan kebetulan waktu itu juga saya atlet nasional Tarung Derajat Indonesia. Saya sibuk berlatih dan mengajar,” ucap pria kelahiran Medan ini.

Selain itu, Mulia juga selalu aktif mengaji untuk memperdalam, mengamalkan, serta menerapkan ilmu agamanya di masyarakat sehari-hari.

Baginya, mengaji bagian dari memperbanyak ladang pahala untuk bekal di akhirat dan menerapkan amal dalam tugas.

Dalam menangani masalah, sebisa mungkin Mulia juga menyelesaikan dengan secara kekeluargaan atau pemecahan masalah.

Selama menjadi Kapolsek Barus, juga begitu banyak tantangan yang dia terima untuk menegakan integritas. “Alhamdulillah saya mampu menangkis sampai hari ini,” ucapnya.

Selain tantangan, Mulia juga cukup disukai masyarakat di tempat tugasnya. Karena ia membaur dengan mereka.

“Selama di Barus ini memang saya diterima dengan baik oleh masyarakat mulai dari camat, tokoh masyarakat, juga kepala-kepala desa di sini. Saya menjalin hubungan yang baik dan membaur dengan masyarakat,” ucapnya.

Dengan kemampuan komunikasi public yang baik itu, Mulia memanfaatkan peluang dengan mengajak masyarakat untuk selalu berbuat baik dan lebih baik lagi.

“Lewat pengajian juga membaur dengan masyarakat. Saya lebih mudah mengajak masyarakat menghindari hal-hal yang bertentangan dengan hukum,” ucapnya pria yang bakal menginjak usia 40 tahun Oktober 2024 nanti.

Dalam menjalankan amanahnya sebagai kapolsek, perwira polisi berpangkat dua balok emas ini, juga menekankan kepada anak buah agar tidak sampai menggunakan profesi untuk menguntungkan diri sendiri, serta merugikan nama baik Polri.

“Kepada anggota saya selalu tekankan agar jangan meminta duit. Dan kepada masyarakat pun saya edukasi agar tidak membiasakan memberikan uang,” ucapnya.

Oleh karena itu, kepada anak buah, terlebih generasi Polri yang muda, dia berpesan agar menjunjung tinggi profesi dan nama baik institusi Polri. “Jadilah polisi yang baik, dan jangan mempersulit masyarakat meski tantangannya berat,” pesannya.(*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Lamhot Naibaho
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV