SUARA INDONESIA

Peletakan Batu Pertama Aula Klasis, Bupati Yuni Akui Pemimpin Besar Papua Adalah Kader GIDI

Mustakim Ali - 01 November 2021 | 08:11
Pemerintahan Peletakan Batu Pertama Aula Klasis, Bupati Yuni Akui Pemimpin Besar Papua Adalah Kader GIDI

MULIA - Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pada aspek kerohanian, Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda bersama Forkopimda berkunjung ke Distrik Yamo guna melaksanakan peletakan kayu dan batu pertama Gedung Klasis dan Gereja Yamo di Kampung Yabuni, Sabtu (30/10/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Zakaria Telenggen, Kapolres Kompol Ridwan, didampingi Ketua Bhayangkari Ny. Kartini Ridwan, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Rofi Irwansyah, bersama Ketua Persit Ny. Angky Rofi, Sekda Tumiran, serta pejabat dampingi Ketua DWP Hj. Manikem.

Selain itu sebagai pembawa Firman Ketua Klasis GIDI Mulia Pdt. Telius Wonda dan Ketua Wilayah GIDI Yamo Pdt. Yason Wonda bersama gembala gereja juga hadir.

Hadir pula Asisten Bidang Pemerintahan Hukum Dan Kesra Yahya Wonorengga bersama Asisten Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Esau Karoba dan Para Staf Ahli Bupati, Gembala Jemaat GKI Bethel Mulia Pdt. Adriana Sirloy serta Para Pejabat Eselon II dan III, serta Kepala Distrik.

Peletakan Kayu pertama Calon Klasis ini merupakan kali kedua dalam masa kepemimpinan Bupati Yuni Wonda setelah resmi menjadi calon klasis setelah sebelumnya melakukan pembangunan Klasis Gurage. Peran dan keterlibatan Pemda dalam upaya membangun sisi kerohanian masyarakat Puncak Jaya memang sudah menjadi prioritas unggulan dengan kontribusi sangat signifikan sejak awal kepemimpinannya jelang 4 tahunnya.

Ribuan masyarakat yang berkumpul dari dua dewan wilayah gereja ditengah asap yang membumbung dari acara bakar batu sebagai ungkapan rasa syukur atas peletakan batu pertama untuk pembangunan Gedung Aula Klasis Yabuni di Distrik Yamo sekaligus dirangkaikan dengan pembabtisan 550 jiwa.

Tidak tanggung-tanggung jumlah babi yang akan dimasak dalam kegiatan tersebut total sebanyak 159 ekor. Jumlah yang berasal dari jemaat, keluarga dan pemda sangat fantastis bagi masyarakat pedalaman Puncak Jaya dalam beberapa tahun belakangan ini.

Rombongan Bupati bersama Forkopimda yang tiba disambut tarian adat dan jejeran tua-tua gereja dan kepala kampung. Kepala Distik Yamo, Nigiron Tabuni  mengaku sangat bangga daerahnya terus mendapatkan perhatian pemerintah dalam pembangunan.

Ketua Klasis GIDI Mulia, Pdt. Telius Wonda dalam khotbahnya menyampaikan “Klasis ini merupakan gereja induk yang melahirkan 28 gereja, peletakan batu pertama ini pun harus sesuai dengan firman Tuhan dimana sesuatu yang baik akan melahirkan hal yang baik pula,” tutur Pdt. Telius.

Dalam laporan ketua panitia Ev. Weliman Enumbi, menyampaikan apresiasi dengan derai air mata tanda kesyukuran.

“Terimakasih atas partisipasi dalam bentuk sumbangan yang diberikan oleh para donatur, serta iuran dari pemuda yang akan dibaptis besok,” ucap Pdt. Weliman. Dirinya menyebutkan besok (Minggu, 31/10/2021) akan dibabtis 550 jemaat yang akan lahir menjadi sosok jiwa baru.

Kegiatan dilanjutkan dengan Peletakan Batu Pertama dan Peletakan Kayu Ape sebagai tanda pondasi pertama pembangunan Gedung Aula Klasis Yamo.

Peletakan Kayu pertama dilakukan oleh Bupati Puncak Jaya yang selanjutnya diletakkan batu oleh Ketua Wilayah Yamo Pdt. Yason Wonda, Ketua DPRD, Kapolres Puncak Jaya, Dandim 1714/PJ, kemudian Mewakili tua-tua gereja Pdt. Tene Tabuni.

Ditemui setelah kegiatan Bupati Dr.Yuni mengatakan dulu klasis induk hanya ada di Mulia kemudian pemekaran ada di Yamo lalu berkembang menjadi 28 gereja.

"Saya mengambil gambaran bahwa yang menjadi pemimpin besar di Tanah Puncak Jaya adalah kader-kader dari GIDI, dengan demikian saya berpesan kepada seluruh generasi muda yang ada supaya lebih meningkatkan pelayanan kepada gereja sehingga mereka boleh menyadari dari sikap dan tindakan harus sesuai dengan firman Tuhan,” jelasnya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang ada di Yamo, melihat kekompakan dan persatuan yang sangat luar biasa terbukti dari kegiatan hari ini mereka berkumpul menjadi satu.

Dalam bahasa Lani, Dr. Yuni Wonda mengaku sangat terharu dengan antusiasme jemaat untuk membangun Rumah Tuhan di kampung halamannya(Yabuni). Dirinya berkisah dari sinilah ia kecil hidup bersama dan belum ada gereja.

Bupati juga menjanjikan akan membangun jembatan baru yang akan menghubungkan Yamo dan Yabuni di Kali Nami(Kali Jernih) yang langsung disambut tepukan meriah jemaat yang hadir.

Selain itu Bupati menjanjikan pekan depan akan meresmikan Kantor Distrik Yamo.

Yang menarik adalah peletakan batu gedung Klasis dan gereja ini agak berbeda dari biasanya, jika biasanya dengan batu dan semen, maka kali ini hanya dengan kayu ape dan batu. Pdt. Yason Wonda menuturkan bahwa ini sudah sesuai dengan kemauan tradisi gereja misi.

"Dulu tua-tua Gereja kami bangun gereja tanam kayu ape dan ini sudah kuat dan menjadi pondasi yang bertahan hampir di semua gereja sampai saat ini," beber Yuni.

Bupati mengatakan bahwa material kayu yang telah dikumpulkan sudah cukup untuk pembangunan, jangan terlalu lama karena ditakutkan kayu akan rusak. Oleh karenanya sebagai kader GIDI sekaligus Kepala Daerah, Bupati menyebutkan bahwa semua biaya tukang akan ditanggung oleh pemda dan menjanjikan akan serah terima kunci jelang Natal dan Tahun Baru nanti.

Pernyataan itu disambut riang dan sorak gembira oleh masyarakat yang hadir dengan lari mengitari tempat peresmian.

Ungkapan ini tidaklah salah mengingat hal ini merupakan peristiwa yang sangat dirindukan oleh masyarakat dan jemaat di lembah Yamo dan sekitarnya setelah sekian lama batu mendapatkan sentuhan pembangunan.

Pewarta : Mustakim Ali
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV