SUARA INDONESIA

Soroti Video Viral di Probolinggo, Anggota DPRD Imbau Lembaga Pendidikan Jaga Nilai Etika

Saifullah - 28 June 2026 | 19:06 - Dibaca 300 kali
Peristiwa Soroti Video Viral di Probolinggo, Anggota DPRD Imbau Lembaga Pendidikan Jaga Nilai Etika
Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Dimyati. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, PROBOLINGGO – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh beredarnya rekaman video rangkaian kegiatan Haflatul Imtihan (acara perpisahan dan kenaikan kelas) di MI Nurus Salam, Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. 

Acara yang digelar pada Selasa (23/6/2026) tersebut, mendadak viral dan menuai sorotan tajam dari warganet.

Gelombang kritik muncul setelah video yang diunggah di salah satu platform media sosial menampilkan sekelompok perempuan melakukan tarian di atas panggung dengan iringan musik yang dinilai menyerupai joget "pargoy". 

Selain gerakan tarian yang dianggap kurang pantas, pakaian para pemandu tari berupa kebaya dengan belahan kain batik yang memperlihatkan sebagian paha, dinilai tidak selaras dengan norma kesopanan.

Sejumlah warga dan tokoh masyarakat menyayangkan runtutan acara tersebut. Mereka menilai pertunjukan seni itu kurang etis untuk disajikan dalam sebuah forum keagamaan seperti imtihan, yang seharusnya sarat akan nilai-nilai religius dan moralitas. 

Kritik keras yang dilayangkan masyarakat sejatinya menjadi bentuk kepedulian mendalam agar pihak madrasah dapat melakukan evaluasi dan berbenah di kemudian hari.

Merespons polemik yang berkembang, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai NasDem, Mohammad Dimyati yang akrab disapa Gus Dim, angkat bicara.

Ia mendesak Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo untuk segera mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi, menindaklanjuti, serta menangani permasalahan ini secara bijaksana.

Gus Dim juga memberikan imbauan mendalam kepada seluruh pengelola institusi pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

"Saya mengimbau seluruh lembaga pendidikan, khususnya yang berada di bawah naungan yayasan keagamaan, agar lebih bijaksana dan selektif dalam merancang setiap bentuk pertunjukan maupun kegiatan," ujarnya.

"Setiap acara hendaknya tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, pembentukan akhlak, dan penguatan nilai-nilai agama," imbuh Gus Dim.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga marwah institusi pendidikan sebagai pilar utama pembentuk generasi bangsa yang berintegritas dan berakhlak mulia.

"Harapan kita sederhana, setiap kegiatan yang diselenggarakan membawa manfaat, menambah ilmu, memperkuat akhlak, dan menjadi ladang kebaikan," pinta Gus Dim.

"Jangan sampai ruang pendidikan justru menghadirkan hal-hal yang mendekatkan pada kemaksiatan atau bertentangan dengan nilai-nilai yang selama ini diajarkan," pungkasnya.

Melalui momentum ini, seluruh pihak di Probolinggo diharapkan dapat lebih mawas diri dalam menyusun konsep acara institusi. Sehingga esensi dari pendidikan karakter dan keluhuran budaya lokal tetap terjaga demi masa depan generasi muda yang lebih baik. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Saifullah
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV