SUARA INDONESIA, KAMPAR – Perjalanan memancing yang semula menjadi ajang berkumpul bersama rekan-rekannya berubah menjadi duka. Riki (26), seorang pemancing asal Kabupaten Kampar, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Danau PLTA Koto Panjang, tepatnya di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Sabtu (27/6/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama sejumlah temannya telah berada di lokasi pemancingan sejak Jumat (26/6/2026) kemarin.
Mereka menyewa sebuah sampan untuk menuju lokasi pemancingan terapung yang berada di tengah danau, tidak jauh dari kawasan wisata Gulamo.
Setelah semalaman memancing, pada Sabtu pagi korban berniat membersihkan diri sebelum kembali melanjutkan aktivitasnya. Namun saat hendak turun ke air, pijakan di tepi panggung pemancingan diduga licin sehingga korban kehilangan keseimbangan dan terpeleset.
Korban langsung jatuh ke perairan yang memiliki kedalaman cukup tinggi. Rekan-rekan korban berusaha memberikan pertolongan dengan mencari di sekitar lokasi, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas.
Menerima laporan tersebut, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Kampar bersama unsur terkait segera menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar, Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Adi Candra Lukita, mengatakan proses pencarian berlangsung sekitar dua jam.
"Korban ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB di sekitar lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya jenazah dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga," kata Adi saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).
Ia menjelaskan, lokasi pemancingan terapung di Danau PLTA Koto Panjang memiliki kedalaman air yang cukup tinggi.
Menurutnya, kondisi permukaan yang licin juga menjadi salah satu faktor yang dapat membahayakan pengunjung, terutama ketika hendak turun ke air.
Candra juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan danau maupun sungai agar selalu mengutamakan keselamatan.
Kata dia, penggunaan alat pelampung saat berada di atas perairan serta tidak beraktivitas seorang diri dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
"Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di kawasan perairan," ungkap Adi. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Yudha Pratama |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi