SUARA INDONESIA, MAKASSAR - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMP Negeri 25 Makassar yang digelar selama lima hari resmi ditutup, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan pantauan awak media, penutupan MPLS berlangsung meriah dengan penampilan berbagai ekstrakurikuler yang mendapat aplaus dari siswa baru dan para orang tua yang hadir menyaksikan langsung.
Beragam ekstrakurikuler ditampilkan dari Siswa kelas VIII dan IX di hadapan peserta MPLS 2026 di SMPN 25 Makassar, mulai dari Palang Merah Remaja (PMR), Karate, Paskibra, OSIS, Pramuka, Futsal, Bulutangkis (PB Dualima), hingga Basket.
Penampilan tersebut menjadi ajang pengenalan bagi siswa baru agar dapat memilih kegiatan sesuai minat dan bakatnya selama menempuh pendidikan di SMPN 25 Makassar.
Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah demonstrasi dari PMR yang mendapat sambutan meriah dari para Guru siswa baru maupun orang tua.
Dalam aksi tersebut, para anggota PMR memperagakan penanganan keadaan darurat, mulai dari simulasi kebakaran, teknik memadamkan api, pemasangan tandu, pemberian pertolongan pertama kepada korban, membantu korban sadar, hingga proses evakuasi.
Kepala SMPN 25 Makassar, Akib S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru pendamping, pengurus OSIS, dan siswa yang telah terlibat dalam menyukseskan MPLS Ramah 2026. Ia mengaku bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama semua pihak.
"Kami bersyukur teman-teman pendamping, baik guru maupun siswa, mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Pada penutupan tadi saya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini berjalan lancar," ujar Akib.
Ia menjelaskan, penampilan seluruh ekstrakurikuler sengaja ditampilkan pada hari terakhir sebagai bentuk pengenalan kepada siswa baru.
Ke depan, kata dia, setiap siswa diharapkan aktif mengikuti sedikitnya satu kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian dari pengembangan karakter, kepemimpinan, keterampilan, dan potensi diri.
Selain mengapresiasi panitia, pihak sekolah juga menilai keterlibatan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan MPLS tahun ini.
Menurutnya, orang tua aktif mengisi berbagai survei yang diberikan sekolah, mulai dari kondisi kesehatan, kondisi sosial, hingga cara belajar siswa. Data tersebut akan menjadi dasar awal bagi sekolah dalam melakukan pembinaan dan proses pendidikan selanjutnya.
"Kami sangat terbantu dengan kerja sama orang tua. Partisipasi mereka dalam mengisi survei menjadi data awal bagi sekolah untuk memberikan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa," kata Akib.
Pada penutupan MPLS, pihak sekolah juga mengajak siswa merefleksikan materi yang telah diterima selama lima hari kegiatan. Menurutnya hal tersebut menunjukkan materi yang diberikan selama MPLS dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik baru.
"Melalui sesi tanya jawab disertai pemberian hadiah, siswa mampu menjawab berbagai pertanyaan, termasuk materi penyuluhan bahaya narkoba yang sebelumnya disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan," ungkap Akib.
Selama lima hari pelaksanaan MPLS, Akib mengaku tidak menemui kendala berarti. Kelancaran kegiatan didukung oleh persiapan yang matang serta evaluasi yang dilakukan setiap hari setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.
"Setiap selesai kegiatan kami melakukan refleksi bersama panitia untuk mengevaluasi pelaksanaan hari itu dan menyusun perbaikan untuk kegiatan berikutnya. Alhamdulillah cara ini membuat MPLS berjalan lancar hingga selesai," tuturnya.
Ia berharap bekal yang diperoleh siswa selama lima hari MPLS menjadi modal awal untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami budaya positif, pembiasaan karakter, serta sistem pembelajaran di jenjang SMP yang berbeda dengan saat masih di sekolah dasar.
Sementara itu, salah seorang orang tua siswa baru, Amanjie yang datang bersama istrinya, mengapresiasi pelaksanaan MPLS Ramah 2026 yang dinilai melibatkan orang tua dalam proses adaptasi anak di sekolah.
Menurutnya, selama kegiatan berlangsung, orang tua dapat memantau aktivitas anak melalui informasi yang disampaikan pihak sekolah di grup WhatsApp sehingga komunikasi antara sekolah dan wali murid berjalan dengan baik.
"Kami sebagai orang tua bisa mengetahui kegiatan anak setiap hari melalui informasi dari sekolah, kebetulan yang masuk group sekolah itu istri saya, jadi kami bisa ikut memantau perkembangan mereka selama MPLS," ujar Amanjie.
Amanjie berharap komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua serta pembinaan karakter yang telah dimulai sejak MPLS dapat terus berlanjut selama anaknya menempuh pendidikan di SMPN 25 Makassar.
Ia juga mengaku terkesan dengan penampilan berbagai ekstrakurikuler yang ditampilkan pada penutupan MPLS. Bahkan, putranya mengaku tertarik bergabung dengan ekstrakurikuler futsal setelah menyaksikan penampilan para siswa.
"Anak saya tertarik ikut ekstrakurikuler futsal. Semoga di sana dia bisa mengembangkan bakat dan kemampuannya," pungkas Amanjie. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Arya Rahmansyah |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi