SUARA INDONESIA

Warga Tuban Mati di Tambang Milik Anggota DPR RI 

Irqam - 21 October 2025 | 14:10 - Dibaca 7.10k kali
Peristiwa Warga Tuban Mati di Tambang Milik Anggota DPR RI 
Jenazah Kundori (42), korban tertimbun longsor material tambang pasir kuarsa milik anggota DPR RI dievakusi petugas kepolisian dibantu warga. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, TUBAN - Seorang warga  Dusun Bentaor, Desa Klumpit, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ditemukan meninggal setelah tertimbun longsor di tambang yang diduga ilegal.

Berdasarkan laporan resmi polisi, peristiwa tersebut terjadi di tambang pasir kuarsa milik anggota DPR RI Jazilul Fawaid yang berada di kawasan Agro Park Klumpit, Senin (20/10/2025).

Insiden itu bermula saat korban Kundori (42) bersama dua rekannya, yakni Kasmidin (45), dan Solekan (46) mengambil pasir di lokasi tambang yang sudah tidak lagi beroperasi tersebut.

"Pasir tersebut rencananya akan digunakan untuk perbaikan tempat wudhu di Masjid Al Falah Dusun Bentaor," kata Kasi Humas Polres Tuban Iptu Siswanto, Selasa (21/10/2025).

Saat proses penggalian pasir kuarsa secara manual, lanjut Siswanto, material tambang tiba-tiba longsor dan menimpa tiga orang tersebut. 

Kamsidin dan Solekan berhasil menyelamatkan diri, sementara Kundori terjebak timbunan material tebing pasir kuarsa yang runtuh hingga meninggal dunia.

Peristiwa nahas itu sempat diketahui warga yang berada di lokasi kejadian, kemudian dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Soko.

"Dari pemeriksaan Tim Inafis Polres Tuban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau tindak pidana lainya pada tubuh korban. Korban meninggal murni karena tertimbun longsor," tandasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi PKB Jazilul Fawaid bungkam saat dikonfirmasi terkait kebenaran kepemilikan tambang pasir kuarsa yang memakan korban tersebut. 

Ia juga tak menjawab sejumlah pertanyaan Suara Indonesia yang dikirim melalui pesan WhatsApp. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Irqam
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV