SUARA INDONESIA

Gunung Lewotobi Erupsi Berulang, Hujan Pasir Melanda Sejumlah Desa di Flores Timur

Martinus Paru Liwu - 06 June 2026 | 07:06 - Dibaca 66 kali
Peristiwa Gunung Lewotobi Erupsi Berulang, Hujan Pasir Melanda Sejumlah Desa di Flores Timur
Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi dan memuntahkan abu serta material vulkanik yang menyebabkan hujan pasir di sejumlah wilayah Flores Timur. (Foto: Marten/Suara Indonesia.co.id)

SUARA INDONESIA, FLORES TIMUR- Hujan pasir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, setelah Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali mengalami serangkaian erupsi pada Jumat hingga Sabtu, 6 Juni 2026.

Material vulkanik yang dimuntahkan gunung tidak hanya berupa abu, tetapi juga pasir yang jatuh di permukiman warga.

Sejumlah desa yang terdampak hujan pasir antara lain Hokeng Jaya, Klatanlo, Dulipali, Boru, dan Boru Kedang. Fenomena itu terjadi seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki yang kini berstatus Level III atau Siaga.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut itu tercatat mengalami lima kali erupsi hingga Jumat sore dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 hingga 2.500 meter di atas puncak.

Aktivitas erupsi berlanjut pada Sabtu dini hari. Letusan pertama terjadi pukul 00.44 WITA dengan tinggi kolom erupsi sekitar 800 meter di atas puncak. Erupsi berikutnya terjadi pukul 01.12 WITA dengan kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Sekitar pukul 02.05 WITA, tinggi kolom letusan meningkat menjadi sekitar 1.200 meter, lalu kembali terjadi erupsi pada pukul 06.02 WITA dengan kolom letusan mencapai 1.500 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi, Herman Yosef S Mboro, mengatakan kolom abu dari erupsi terakhir terpantau mengarah ke wilayah barat dan barat daya.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 221 detik," ujar Herman, Sabtu (6/6/2026).

Selain aktivitas erupsi yang berulang, PVMBG juga mencatat tingginya aktivitas kegempaan vulkanik di sekitar gunung. Dalam periode pengamatan terakhir, tercatat tujuh kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-40,7 milimeter dan durasi 123–215 detik.

Pengamat juga merekam tiga kali gempa guguran, empat kali gempa hembusan, satu kali gempa harmonik, serta 35 kali tremor non-harmonik. Selain itu, terdapat 12 kali gempa frekuensi rendah (low frequency), tujuh kali gempa vulkanik dalam, dan dua kali gempa tektonik jauh.

Meningkatnya aktivitas vulkanik tersebut membuat PVMBG kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

"Kami minta warga tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya," kata Herman.

PVMBG turut mengingatkan potensi banjir lahar hujan apabila terjadi curah hujan tinggi di kawasan sekitar gunung. Wilayah yang perlu mewaspadai ancaman tersebut antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, PVMBG mengimbau penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan.

Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta dengan PVMBG.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan BPBD Nusa Tenggara Timur dan unsur penanggulangan bencana setempat untuk menyampaikan perkembangan aktivitas gunung kepada masyarakat," pungkas Herman. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Martinus Paru Liwu
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV