SUARA INDONESIA

Tenaga Pendamping Ungkap Perjuangan Verifikasi Calon Siswa SR, Sempat Dikejar Anjing

Abustian - 15 July 2026 | 22:07 - Dibaca 34 kali
Peristiwa Tenaga Pendamping Ungkap Perjuangan Verifikasi Calon Siswa SR, Sempat Dikejar Anjing
Ilustrasi tenaga pendamping dikejar Anjing. (Foto: SI Bone/ai)

SUARA INDONESIA, BONE- Tenaga Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos) Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone Sulsel, Muhammad Yusran punya kenangan tak terlupakan dibalik perjuangan memverifikasi calon siswa Sekolah Rakayat (SR) di wilayahnya.

Yusran mengaku sempat mengalami insiden dikejar anjing kampung saat turun verifikasi calon siswa Sekolah Rakyat. 

Kronologi singkat peristiwa tersebut dialaminya bermula saat Yusran mulai menyampaikan informasi program Sekolah Rakyat dari desa ke desa se-Kecamatan Ulaweng.

Berselang beberapa hari usai sosialisasi, ia mendapat telepon dari kerabat calon siswa Sekolah Rakyat dari Desa Tea Musu, yang mengusulkan kerabatnya atas nama Halifah agar diverifikasi. 

Mendapat informasi tersebut, Yusran pun bergegas ke rumah calon siswa Sekolah Rakyat tersebut untuk memverifikasi kesesuaian desil dan dokumen pendukung lainnya.

Sesampainya di area rumah calon siswa Sekolah Rakyat, Yusran tiba-tiba disambut dengan beberapa anjing kampung dan mengejarnya. 

"Perjuangan saat turun verifikasi siswa SR ini, saya sempat dikejar anjing kampung," ujar Yusran sambil tersenyum mengenang kisahnya, Rabu (15/7/2026). 

Perjuangannya turun verifikasi hingga dikejar anjing tidak sia-sia, karena Halifah memenuhi syarat dan telah dinyatakan lulus sebagai salah satu siswi SR di Kabupaten Bone.

Ia sebelumnya sempat putus sekolah dan akhirnya bersemangat untuk kembali menuntut ilmu di Sekolah Rakyat.

Yusran menjelaskan, seorang anak untuk bisa lulus verifikasi sebagai siswa-siswi SR di Kabupaten Bone tidaklah mudah. Sebab, kata dia, berbagai persyaratan ketat mesti terpenuhi mulai dari kesesuian desil hingga verifikasi kesesuaian desil dengan kondisi di lapangan.

Sejak ia mensosialisasikan program SR di Desa se-Kecamatan Ulaweng, beberapa warga menaruh minat dengan program tersebut. Hanya saja, tidak memenuhi persyaratan sehingga tidak dapat lulus sebagai siswa-siswi Sekolah Rakyat. 

"Ada juga memenuhi, tapi kendalanya orang tua tak mau pisah sama anaknya, atau anak tak mau pisah sama ortunya, sementara Sekolah Rakyat diasramakan, semua dijamin agar siswa-siswi fokus belajar," jelas Yusran.

Ia berpesan agar siswa-siswi yang lulus Sekolah Rakyat, termasuk Halifah hendaknya bersyukur dan mempersiapkan diri menimba ilmu di SR yang punya masa depan yang cerah. Para siswa hanya diminta fokus untuk belajar dan meraih prestasi membanggakan hingga kelak mewujudkan cita-cita . 

"Bukan menjamin, tapi selama betul-betul belajar mengikuti jenjang pendidikan di Sekolah Rakyat, insyaAllaah ke depan masa depan anak ini cerah," pungkas Yusran. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Abustian
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV