SUARA INDONESIA

PKB Bondowoso Pastikan akan Usung Ratoh di Pilkada 2024

Muhammad Nurul Yaqin - 19 April 2024 | 08:04 - Dibaca 2.56k kali
Politik PKB Bondowoso Pastikan akan Usung Ratoh di Pilkada 2024
Pasangan Ratoh (Ra Hamid-Tohari) (Foto Kolase/suaraindonesia.co.id)

SUARA INDONESIA,BONDOWOSO- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso memastikan akan mengusung pasangan calon (Paslon) Ra Hamid -Tohari (Ratoh) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Kata Ratoh sendiri merupakan bahasa Madura yang artinya ratu atau penguasa.

Nama KH Hamid Wahid atau Ra Hamid dan H. Tohari saat ini muncul sebagai Paslon Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) satu paket yang akan diusulkan oleh DPC PKB kepada DPP PKB untuk dapat mengikuti kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Bondowoso 2024.

H. Ahmad Dhafir Ketua DPC PKB Bondowoso menegaskan partainya akan mengusung Ra Hamid sebagai Cabup untuk mengikuti perhelatan politik Pilkada 2024. Hal itu berdasarkan keputusan para masyayikh ulama NU.

“Soal penentuan Cabup dan Cawabup PKB tidak terlepas dari konsultasi dan petunjuk para ulama. Jargon PKB itu dari ulama untuk bangsa, maka dalam pengambilan kebijakan dan keputusan apapun tidak bisa terlepas dari konsultasi kepada ulama. PKB dari NU, maka konsultasi kami kepada para kiai NU,” kara Ahmad Dhafir, Kamis (18/4/2024).

Ahmad Dhafir juga mengungkapkan, H. Tohari akan diusung Cawabup untuk mendampingi Ra Hamid di Eksekutif. Keduanya, Ra Hamid dan H. Tohari merupakan sama-sama kader partai PKB.

Ketua DPRD Bondowoso sejak 1992 itu menerangkan, dalam penentuan Cabup dan Cawabup yang akan diusung oleh PKB tentunya tidak terlepas dari mekanisme yang ada.

“Pertama biasanya dilakukan penjaringan, hasilnya diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB melewati Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Tentunya DPC, DPW, dan DPP tidak terlepas dari petunjuk dan pertimbangan para ulama,” ujarnya.

Dia mengaku PKB telah menyerahkan penentuan calon bupati pada para ulama yang hasilnya memutuskan KH Hamid Wahid akan diusung menjadi Cabup Bondowoso.

Alumni Pondok Pesantren Sidogiri ini menegaskan keputusan PKB mengusung Ra Hamid berdasarkan keputusan 3 ulama pondok pesantren, yakni Nurul Jadid, Walisongo, dan Sukorejo.

Dia juga meminta agar para pengurus partai wajib mematuhi dan memenangkan Cabup dan Cawabup yang telah diusung PKB.

“ Perlu saya tegaskan untuk pencalonan Ra Hamid sudah keputusan masyayikh, KH Zuhri Zaini Nurul Jadid, KH Kholil As’ad Walisongo, dan KH Azaim Sukorejo. Para pengurus wajib sam’an wa tho’atan dan diberi tugas untuk mengurus partai, serta pemenangan Cabup/Cawabup yang diusung PKB,” kata Ahmad Dhafir.

Meski PKB Bondowoso sudah bisa dan cukup mengusung sendiri Paslon untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2024 ini, kata Dhafir akan tetap berkomunikasi dan membuka pintu selebar-lebarnya untuk koalisi dengan partai lain.

Menurutnya, PKB tidak bisa hanya sekedar mengandalkan cukup syarat dapat mengusung sendiri Paslon tanpa mengajak bersama-sama berkoalisi dengan parpol lain. Sebab partai lain juga mempunyai cita-cita yang sama untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Berikut sepintas profil KH Abdul Hamid Wahid dan H. Tohari Paslon Cabup dan Cawabup untuk mengikuti Pilkada 2024 di Bondowoso yang akan diusung oleh PKB.

KH Abdul Hamid Wahid Zaini atau Ra Hamid sapaan akrabnya. Ia lahir di Probolinggo pada 4 September 1971.

Ra Hamid Putra dari KH Abd Wahid Zaini Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Saat ini Ra Hamid menjadi Rektor Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Semenjak kampus dipimpinnya kemajuanya sangat pesat.

Pengalaman dan karir politik Ra Hamid sejak 1999. Ia menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo sejak 1999 sampai 2004. Bahkan Ra Hamid sempat menjabat sebagi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo.

Pada 2024-2009 Ra Hamid menjabat anggota DPR RI Fraksi PKB. Ia juga menjabat sebagai Ketua Komisi X DPR RI dan Wakil Ketua Fraksi DPR RI 2009.

Sementara H. Tohari merupakan kelahiran Bondowoso 25 Mei 1971, usia 47 tahun.

Ayahnya bernama Adjib, berasal dari Bondowoso, Jawa Timur, merupakan seorang petani tradisional.

Ibunya bernama Miyati, seorang wanita yang juga berasal dari Bondowoso.

Nama H. Tohari di kalangan masyarakat bawah, khususnya Daerah Pemilihan (Dapil) Bondowoso IV yang meliputi Kecamatan Maesan, Tamanan, Grujugan dan Jambesari Darus Sholah sangat terkenal.

Karir politik H. Tohari dimulai sejak PKB didirikan pada 23 Juli 1998. Ia Dipercaya menjadi Ketua Dewan Tanfidz DPAC PKB Kecamatan Maesan masa jabatan 1998-2004.

Tohari terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bondowoso periode 1999-2004 dari Dapil Bondowoso IV.

Pada tahun 2004 hingga 2008, H. Tohari dipercaya menjadi salah satu pengurus DPC PKB Kabupaten Bondowoso dengan jabatan sebagai Wakil Ketua Tanfidz.

Pada Musyawarah Cabang (Muscab) PKB tahun 2008, alumni IAI Nurul Jadid Paiton Probolinggo ini diberi amanah menjadi Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bondowoso oleh Tim Formatur pada waktu itu.

Dia mendampingi H. Ahmad Dhafir yang terpilih menjadi Ketua Dewan Tanfidz hingga saat ini.

Jargon yang sering digemakan H. Tohari, "Berbuat Nyata, Bukan Hanya Merangkai Kata".

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV