Waduk Klampis, Destinasi Wisata Masa Depan di Sampang
Wisata
Suasana Waduh Klampis Sampang saat dikunjungi Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Foto; Hoirur Rosikin/Suaraindonesia.co.id)
SUARA INDONESIA, SAMPANG – Waduk Klampis yang terletak di Desa Kramat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di masa depan.
Keindahan alam Waduk Klampis yang masih asli, ditambah dengan melimpahnya sumber air, menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Potensi ini diharapkan dapat mendongkrak popularitas Waduk Klampis sebagai tujuan wisata alam yang alami dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang, Endah Nursiskawati, mengungkapkan bahwa Waduk Klampis pernah direncanakan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Bahkan, sejumlah fasilitas seperti toilet dan gazebo sempat dibangun.
"Namun, pada waktu itu, pembangunan wisata terkendala masalah lahan," ungkap Endah saat diwawancarai pada Minggu (12/01/2025).
Menurutnya, pendekatan pembangunan wisata kini lebih menitikberatkan pada pelestarian keindahan alam. Berbeda dengan sebelumnya, yang lebih fokus pada pembangunan fisik secara menyeluruh.
"Wisata yang baik adalah yang mampu mengemas dan merawat keindahan serta kearifan lokal. Hal ini akan menciptakan daya tarik wisata yang tetap natural di masa depan," jelasnya.
Endah juga menambahkan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) setempat telah memulai upaya pembangunan wisata di kawasan Waduk Klampis. Sebelumnya, pada tahun 2024, pihaknya diundang untuk menginventarisasi masukan serta menyusun rencana pengembangan wisata di daerah tersebut.
"Kami juga sudah mengajukan program pariwisata kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sesuai dengan rencana yang ada. Semoga ada tindak lanjut yang konkret terkait pembangunan Waduk Klampis sebagai destinasi wisata ke depannya," pungkas Endah. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta |
: Hoirur Rosikin |
| Editor |
: Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi