SUARA INDONESIA

Gelar International Lecture, UI Cordoba Banyuwangi Bedah Masa Depan AI Bersama Profesor AS dan Malaysia

Muhammad Nurul Yaqin - 05 June 2026 | 17:06 - Dibaca 62 kali
Pendidikan Gelar International Lecture, UI Cordoba Banyuwangi Bedah Masa Depan AI Bersama Profesor AS dan Malaysia
International Lecture di Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba) Banyuwangi, Jumat (5/6/2026). (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Universitas Islam Cordoba (UI Cordoba) Banyuwangi menggelar International Lecture atau kuliah internasional bertajuk Beyond Algorithms: Ethics, Trust, and Human Flourishing in the AI Era, Jumat (5/6/2026).

Forum akademik tersebut menghadirkan akademisi dari Amerika Serikat, Malaysia, dan Indonesia untuk membedah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dari perspektif etika, kepercayaan, dan kemanusiaan.

"Kegiatan ini menjadi ruang diskusi lintas disiplin yang menyoroti pentingnya nilai-nilai moral dalam pemanfaatan teknologi, seiring pesatnya perkembangan AI di berbagai sektor kehidupan," kata Rektor Universitas Islam Cordoba, Prof. Agus Trihartono.

Pembicara pertama dibawakan oleh Prof. Halimin Herjanto dari Marymount University Amerika Serikat, mengangkat tema 'Barakah Algorithm: Building Brand Trust in a Skeptical World'.

Dalam paparannya, Halimin menyoroti pentingnya membangun kepercayaan publik di era digital melalui nilai amanah dan kejujuran sebagai fondasi hubungan berkelanjutan antara organisasi dan masyarakat.

"Melalui riset-riset kami di bidang perilaku konsumen dan pemasaran digital, bagaimana dunia bisnis saat ini menghadapi krisis kepercayaan. Konsumen semakin skeptis terhadap iklan dan komunikasi pemasaran yang dianggap manipulatif," ujar Prof. Halimin.


Maka dari itu dalam konteks tersebut, nilai-nilai Islam seperti Amanah (trustworthiness) dan Sidq (truthfulness) menawarkan fondasi yang kuat untuk membangun hubungan jangka panjang antara merek dan pelanggan.

"Pemasaran yang jujur bukan hanya etis, tetapi juga menciptakan loyalitas dan keberlanjutan bisnis yang lebih kuat," tambah dia.

Sementara itu, Prof. Suyatno Ladiqi dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia membahas perubahan tata kelola global akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Melalui tema 'From Westphalia to Webphalia: How Islamic Ethics Can Guide AI in World Politics', ia menjelaskan pentingnya prinsip keadilan, akuntabilitas, dan kemaslahatan publik dalam pengembangan serta pengawasan teknologi AI.

"Di tengah perubahan tersebut, prinsip-prinsip Islam seperti adl (keadilan), amanah (akuntabilitas), dan maslahah (kemaslahatan publik) dapat menjadi landasan etik dalam membangun tata kelola AI yang lebih bertanggung jawab dan berorientasi pada kesejahteraan manusia," beber Prof Ladiqi.

Rektor UI Cordoba, Prof. Agus Trihartono, turut menyampaikan keynote lecture bertajuk 'The Human Advantage: Faith, Wisdom, and Relevance in the Age of AI'.


Menurut Agus, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai etika dan kebijaksanaan agar manfaat AI tetap berpihak pada kepentingan manusia.

"Teknologi menjawab pertanyaan tentang apa yang bisa dilakukan. Etika menjawab pertanyaan tentang apa yang seharusnya dilakukan. Sementara kebijaksanaan membantu kita memahami mengapa sesuatu perlu dilakukan. Masa depan AI harus dibangun di atas ketiga fondasi tersebut," ujarnya.

Agus menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun ruang dialog yang mempertemukan inovasi teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan etika.

Kuliah internasional tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan perwakilan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta dari Banyuwangi dan Bondowoso.

Selain sivitas akademika, kegiatan itu juga melibatkan unsur masyarakat sipil, termasuk Lakpesdam NU Banyuwangi, untuk memperkaya diskusi mengenai etika dan masa depan kecerdasan buatan.

Melalui forum tersebut, UI Cordoba berharap lahir kolaborasi dan perspektif yang lebih inklusif dalam merespons peluang serta tantangan perkembangan teknologi AI di masa depan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV