SUARA INDONESIA

BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker Gresik Garap Perlindungan Tenant JIIPE

Redaksi - 03 May 2024 | 09:05 - Dibaca 607 kali
Advertorial BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker Gresik Garap Perlindungan Tenant JIIPE
Bunyamin Najmi dan Zainul Arifin (tengah) saat sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan ke para tenant JIIPE, Kamis (2/5/2024). (Foto: BPJS Ketenagakerjaan untuk Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, GRESIK - BPJS Ketenagakerjaan Gresik bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik sosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan ke para tenant di kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia, JIIPE. Sosialisasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini dilakukan di Hotel Horizon Gresik, Kamis (2/5/2024).

Selain dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik Zainul Arifin STP MM dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik Bunyamin Najmi, hadir pula Mediator Hubungan Industrial Disnaker Setyo Puji Raharjo dan Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Gresik Den Iman Dwi Prasetya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Zainul Arifin mengatakan, saat ini Gresik sudah menjadi tempat industri strategis dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated and Ports Estate (JIIPE).

Untuk itu, lanjut Zainul, semua harus disiapkan dengan baik, baik kemampuan skill pekerjanya maupun administrasi ketenagakerjaannya, sehingga dapat tercipta iklim industri dan ketenagakerjaan yang kondusif dan harmonis.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik Bunyamin Najmi mengatakan, sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan ini untuk perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sektor penerima upah (PU) dan Jasa Konstruksi (Jakon) sesuai Peraturan Bupati Gresik Nomor 20 Tahun 2022.

Selain itu, lanjut Bunyamin, juga untuk meningkatkan kepatuhan pemberi kerja Kabupaten Gresik terhadap program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Jadi tujuan dari kegiatan ini untuk memastikan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja di Kabupaten Gresik khususnya pada tenant JIIPE Gresik," tegas Bunyamin.

Bunyamin menyampaikan, BPJS Ketenagakerjaan mendapat amanah negara untuk menyelenggarakan 5 program jaminan sosial, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Berdasarkan undang-undang, lanjut Bunyamin, perusahaan atau pemberi kerja termasuk para tenant maupun pengusaha Jakon wajib mendaftarkan seluruh pekerjannya ke BPJS Ketenagakerjaan. "Ini merupakan bukti nyata negara hadir untuk memberikan kepastian perlindungan atas risiko sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Bunyamin.

Dalam kesempatan ini disampaikan pula bahwa BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan optimalisasi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) jika terjadi resiko kecelakaan kerja. Optimalisasi ini dilakukan untuk memberikan layanan terbaik pada peserta yang mengalami kecelakaan kerja. (Adv)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Redaksi
Editor : Satria Galih Saputra

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV