SUARA INDONESIA, NGAWI - Suasana Alun-alun Merdeka Ngawi pada Minggu (14/6/2026) pagi hingga siang sangat ramai. Saat itu berlangsung Festival Olahraga Tradisional yang diselenggarakan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Ngawi.
Festival olahraga anak-anak jaman dulu ini mengusung tema "Bersatu Dalam Tradisi, Berprestasi Untuk Negeri", diikuti 340 pelajar SD dan SMP dari 19 kecamatan di Kabupaten Ngawi. Lomba yang dipertandingkan meliputi gobak sodor, balap egrang, dan terompah panjang.
Hadir dalam kegiatan tahunan ini Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi sekaligus swbagai Ketua KORMI Kabupaten Ngawi, Kepala Dinas Pariwisata Olahraga Pemuda (Disparpora) Kabupaten Ngawi, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi.
Ada yang membuat peserta merasa tenang serta semangat dalam pertandingan olahraga tradisional ini, juga para orangtua peserta merasa nyaman, dimana seluruh peserta oleh panitia telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam pembukaan, bukti perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan berupa kartu BPJS Ketenagakerjaan itu secara simbolis diserahkan Ketua KORMI Kabupaten Ngawi, Kadisparpora Ngawi, Kepala Dispendik Kabupaten Ngawi, dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ngawi.
Ketua KORMI Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, mengatakan, Festival Olahraga Tradisional ini telah menjadi agenda rutin tahunan di Ngawi, dan diselenggarakan untuk memperingati Bulan Bung Karno 2026.
"Olahraga tradisional yang sifatnya senang, happy, tapi juga bisa berkeringat dan badan jadi sehat ini perlu dilestarikan untuk menjaga tradisi masyarakat agar tidak hilang dalam era digitalisasi terkhusus untuk anak-anak dan cucu kita," ujar Ketua DPRD Kabupaten Ngawi ini.
Pak King, sapaan akrab Yuwono Kartiko ini menambahkan, para peserta maupun orangtua peserta tidak perlu khawatir, karena untuk keselamatan para peserta seluruhnya telah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ngawi, Setyoningsih, menyampaikan banyak terimakasih dengan terus dilibatkannya BPJS Ketenagakerjaan dalam kegiatan ini.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah daerah, KORMI, BPJS Ketenagakerjaan, dan para pihak yang terlibat.
"Segala program bisa berjalan secara maksimal dengan kolaborasi, sehingga antara Pemerintah daerah, KORMI dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra perlindungan ini bisa berjalan beriringan bersama untuk mensukseskan acara dengan porsinya masing-masing," ujarnya.
Selain itu, tambah Setyoningsih, ini juga tak lepas dari peran Ketua KORMI Ngawi yang juga sebagai Ketua DPRD Ngawi yang sangat aware akan keselamatan, paham program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan.
Diungkapkan, pada penyelenggaraan Festival Olahraga Tradisional tahun sebelumnya ada peserta gobag sodor yang mengalami risiko, jatuh hingga patah tulang jari kaki.
"Atlit tersebut kita cover sampai sembuh, mulai dari operasi sampai ada STMB-nya," lanjut Setyoningsih.
Ia bersyukur, dalam Festival Olahraga Tradisional 2026 kemarin semuanya berjalan lancar dan tidak ada yang cidera ataupun terluka.
"Jadi kami juga sangat mendukung kegiatan ini. Karena seluruh atlit, bukan hanya atlit untuk kejuaraan fisik saja, tapi juga olahraga yang sifatnya tradisional pun penting mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, karena namanya resiko memang bisa terjadi pada siapa saja, dimanapun dan kapanpun," kata Setyoningsih.
"Dengan didaftarkannya seluruh atlit peserta Festival Olahraga Tradisional ini merupakan tanggung jawab dari panitia juga. Karena, anak-anak ini kan tingkatan pelajar, orangtua juga akan merasa tenang dan mendukung karena anaknya sudah terproteksi semua," tandasnya.
Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Sevy Renita Setyaningrum, turut mengapresiasi suksesnya Festival Olahraga Tradisonal di Ngawi, dimana panitianya juga menjamin keselamatan para atlit peserta.
Menurutnya, kesuksesan acara tergantung dari jalannya acara dan juga keselamatan masing-masing, baik pada saat sebelum, hari H, dan sesudahnya.
"Terimakasih pada seluruh pihak, semoga semua kegiatan yang berkaitan dengan olahraga dan yang lain juga terproteksi jaminan sosial ketenagakerjaan," ucap Sevy. (Gan)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : M.Ganefudin |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
Komentar & Reaksi