BONDOWOSO – Penyaluran 1.000 stel seragam sekolah untuk siswa SD dan SMP di Kabupaten Bondowoso menjadi momentum penguatan peran zakat dalam mendukung dunia pendidikan. Program yang digelar BAZNAS Bondowoso itu mendapat apresiasi langsung dari Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid.
Dalam sambutannya, Hamid Wahid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan sosial yang bertepatan dengan 2 Muharam 1448 Hijriah tersebut. Menurutnya, bantuan seragam sekolah merupakan bentuk nyata manfaat zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah.
Bupati menilai program tersebut menjadi bukti bahwa dana umat yang dihimpun melalui BAZNAS mampu kembali kepada masyarakat dalam bentuk program yang langsung dirasakan manfaatnya.
Ia juga mengapresiasi jajaran BAZNAS Bondowoso yang dinilai konsisten menghadirkan program-program sosial bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Menurut Hamid, penyaluran 1.000 stel seragam sekolah tidak hanya sebatas bantuan perlengkapan belajar bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Lebih dari itu, bantuan tersebut dinilai sebagai investasi sosial untuk mempersiapkan generasi penerus yang lebih berkualitas di masa mendatang.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso, kata dia, ingin memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tanpa terkendala persoalan ekonomi keluarga.
Seragam sekolah yang diterima para siswa diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri saat mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.
Selain itu, bantuan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar dan motivasi siswa untuk meraih prestasi yang lebih baik.
Hamid menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi ruang yang setara bagi seluruh anak, tanpa adanya kesenjangan yang disebabkan kondisi ekonomi.
Karena itu, berbagai program sosial yang mendukung pendidikan perlu terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, lembaga swasta, serta masyarakat yang telah memenuhi ketentuan syariat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
Menurutnya, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen sosial yang efektif dalam membantu mengurangi kemiskinan.
Zakat juga dinilai mampu memperkuat solidaritas sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.
Ia menekankan bahwa semakin besar dana ZIS yang berhasil dihimpun, maka semakin luas pula manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Dana tersebut dapat dialokasikan untuk berbagai program strategis mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga bantuan sosial kemasyarakatan.
Namun demikian, Hamid mengingatkan bahwa pengelolaan dana umat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar kepercayaan masyarakat terus meningkat.
Dengan pengelolaan yang baik, manfaat zakat akan semakin terasa dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
Kepada para siswa penerima bantuan, Hamid berpesan agar seragam yang diterima dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Ia meminta para pelajar untuk terus belajar dengan tekun, disiplin, dan penuh tanggung jawab demi meraih masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, seragam baru yang diterima hari itu harus menjadi simbol lahirnya semangat baru dalam menempuh pendidikan.
Hamid juga mendorong para siswa agar tidak takut memiliki cita-cita tinggi meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Ia meyakini masa depan Bondowoso akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang saat ini sedang menempuh pendidikan.
Karena itu, setiap anak harus diberikan kesempatan untuk berkembang dan meraih potensi terbaiknya.
Tak hanya kepada siswa, Bupati juga menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua dan wali murid.
Ia meminta keluarga untuk terus mendampingi dan memberikan dukungan penuh terhadap proses pendidikan anak-anak mereka.
Menurut Hamid, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh lingkungan keluarga.
Perhatian, kasih sayang, serta keteladanan orang tua menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak.
Kolaborasi antara sekolah dan keluarga, lanjutnya, merupakan kunci lahirnya generasi yang unggul dan berakhlak.
Ia berharap anak-anak Bondowoso tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, cerdas, berkarakter, serta memiliki integritas yang kuat.
Generasi tersebut diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang membawa kemajuan bagi Bondowoso dan Indonesia.
Hamid juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial.
Menurutnya, semangat berbagi harus terus dipelihara sebagai bagian dari upaya membangun daerah yang lebih sejahtera.
Program penyaluran seragam sekolah ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kepedulian sosial dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat pada tahun-tahun mendatang.
Dengan semakin kuatnya dukungan masyarakat terhadap gerakan zakat, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat diatasi secara bertahap.
Hamid menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, kesejahteraan masyarakat dan kualitas pendidikan di Bondowoso diyakini akan terus meningkat.
Ia pun berharap seluruh ikhtiar dan kebaikan yang dilakukan melalui program tersebut menjadi amal saleh yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Kita ingin anak-anak Bondowoso tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih baik," pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Bahrullah |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
Komentar & Reaksi