SUARA INDONESIA

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Ratusan Volunteer Grebeg Suro Ponorogo

M.Ganefudin - 17 June 2026 | 10:06 - Dibaca 80 kali
Advertorial BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Ratusan Volunteer Grebeg Suro Ponorogo
Penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan volunteer Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo. (Foto: BPJS Ketenagakerjaan)

SUARA INDONESIA, PONOROGO - Adik ipar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Anie Harjati, hadir di acara Grebeg Suro 2026 di Kabupaten Ponorogo. Pendiri dan Ketua Yayasan Wadah Titian Harapan menyampaikan apresiasi tinggi atas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pelaku seni dan relawan (volunteer) selama acara Grebeg Suro 2026 berlangsung.

"Kami mendukung sepenuhnya, dalam kegiatan ini BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan bagi volunteer Grebeg Suro. Semoga kedepan BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan yang lebih luas lagi terhadap pelaku seni dan relawan," ujar Anie.

"Kami mengingatkan pentingnya menjaga warisan leluhur dan menekankan peran vital generasi muda dalam melestarikan budaya. Kehadiran jaminan sosial ini tentu menjadi kabar baik bagi ekosistem kebudayaan di Bumi Reog agar para seniman dan relawan dapat tampil dengan totalitas tanpa rasa cemas," lanjut dia.

Merespons apresiasi tersebut, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo, Dony Eko Setiawan, menegaskan bahwa perlindungan bagi para relawan dan pekerja seni di ajang Grebeg Suro 2026 merupakan wujud nyata kehadiran negara.

Tercatat sedikitnya 103 relawan atau volunteer Grebeg Suro mendapat perlindungan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan. 

Dony mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen penuh untuk meminimalisasi risiko sosial ekonomi yang mungkin terjadi selama festival berlangsung. Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para relawan dan seniman Grebeg Suro ini adalah langkah krusial.

"Mereka telah mendedikasikan waktu dan tenaga untuk menyukseskan event budaya nasional ini, sehingga sudah menjadi kewajiban kami untuk memastikan mereka terlindungi dari risiko kecelakaan kerja maupun kematian selama bertugas," lanjut Dony.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Sevy Renita Setyaningrum, turut memberikan pandangannya terkait cakupan perlindungan jaminan sosial di wilayah kerja Madiun Raya, termasuk Ponorogo. 

Sevy menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mengamankan para pekerja di sektor informal dan kreatif.

"Tentu kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo," ujarnya.

Sevy menegaskan, perlindungan bagi relawan festival ini menjadi contoh baik bagaimana event besar berbasis kebudayaan harus diimbangi dengan proteksi jaminan sosial. 

"Fokus kami di wilayah kerja yang meliputi Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi dan Magetan dapat memastikan bahwa tidak ada satu pun pekerja, baik formal maupun informal seperti pelaku seni ini, yang tertinggal dalam mendapatkan hak perlindungan dasar dari BPJS Ketenagakerjaan," tandasnya. (Gan)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : M.Ganefudin
Editor : Satria Galih Saputra

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV