SUARA INDONESIA

FKN ke-8 dan Tembakau 2025, Bupati Bondowoso: Bentuk Penghargaan Dua Komoditas Unggulan Daerah

Bahrullah - 07 September 2025 | 00:09 - Dibaca 2.85k kali
Ekbis FKN ke-8 dan Tembakau 2025, Bupati Bondowoso: Bentuk Penghargaan Dua Komoditas Unggulan Daerah
KH Abd Hamid Wahid Bupati Bondowoso saat meninjau stan pemasaran kopi peserta yang mengikuti FKN Ke-8

SUARAINDONESIA,BONDOWOSO– Festival Kopi Nusantara (FKN) ke-8 yang digelar pada 4–6 September 2025 menjadi magnet baru bagi petani, pelaku usaha, hingga eksportir kopi dan tembakau.

Ajang tahunan ini bukan sekadar festival, melainkan ruang promosi, kolaborasi, sekaligus bukti bahwa produk lokal Bondowoso mampu bersaing di pasar global.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, FKN merupakan bentuk penghargaan terhadap dua komoditas unggulan daerah, yakni Kopi Arabika Java Ijen Raung dan Hyang Argopuro, serta Tembakau Bondowoso. Menurutnya, kedua komoditas itu tidak hanya berperan sebagai produk ekonomi, tetapi juga identitas budaya masyarakat.

“Festival ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan ke pasar internasional. Sekaligus mempererat kolaborasi, memperkuat inovasi, dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ujar Abdul Hamid, Sabtu (6/9/2025).

Ia menambahkan, apresiasi patut diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat. Festival, kata dia, tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus menjadi motor penggerak ekonomi, peningkatan kesejahteraan petani, sekaligus penguatan sektor pariwisata Bondowoso.

“Kopi dan tembakau bukan hanya komoditas, melainkan warisan, kebanggaan, sekaligus harapan masyarakat. Mari jadikan momentum ini untuk membangun pertanian berdaya saing, pariwisata berkelanjutan, dan ekonomi daerah yang semakin maju,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso, Hendri Widotono, menilai FKN memiliki peran strategis dalam memperluas akses pasar dan memperkuat hilirisasi produk. Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci agar petani memperoleh nilai tambah yang lebih besar.

“Kami ingin memberikan ruang interaksi antara petani, pelaku usaha, eksportir, dan masyarakat. Dengan begitu, nilai tambah dari hilirisasi bisa langsung dinikmati oleh petani,” kata Hendri.

Festival ini juga diramaikan dengan beragam kompetisi. Mulai dari uji cita rasa kopi arabika dan robusta, lomba brewing V60, cup tester, hingga lomba tembakau seperti merajang, melinting, dan uji kadar klorida.

Untuk menarik minat generasi muda, panitia juga menggelar lomba video pendek bertema kopi. Langkah ini dinilai efektif dalam mendekatkan anak muda dengan dunia kopi sekaligus memperkenalkan potensi perkebunan daerah.

Antusiasme peserta terbilang tinggi. FKN ke-8 diikuti peserta dari 14 provinsi dan 20 kabupaten di Indonesia. Dari 30 sampel kopi arabika yang diuji, 29 masuk kategori arabika speciality. Sementara dari 30 sampel robusta, 16 di antaranya dinilai berkualitas baik.

Rangkaian kegiatan sejatinya telah dimulai sejak 3 September 2025. Bank Indonesia turut memfasilitasi capacity building dan business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di Grand Padis Hotel Bondowoso.

Dalam forum tersebut hadir tiga pembeli besar, yakni PT Argopuro Walida Cafe, PT Indokom, dan Catur Cafe. Pertemuan itu menghasilkan kontrak dagang senilai Rp 7,8 miliar dengan total volume 60 ton kopi.

Tidak hanya kontrak dagang, kopi Bondowoso juga sukses menembus pasar ekspor. Sebanyak 24,4 ton kopi dikirim ke enam negara dengan nilai transaksi Rp 5,7 miliar.

Ekspor terbesar ditujukan ke Turki sebanyak 18 ton, disusul Singapura 2 ton, Belanda 1,8 ton, Polandia 1,6 ton, Jerman 0,6 ton, dan Jepang 0,4 ton. Capaian ini mempertegas posisi Bondowoso sebagai pemain penting dalam rantai pasok kopi dunia.

Dengan hasil tersebut, FKN ke-8 bukan hanya sekadar ajang promosi, tetapi juga bukti nyata bahwa kopi dan tembakau Bondowoso mampu menembus pasar global. Festival ini sekaligus mengukuhkan identitas daerah sebagai “Bondowoso Republik Kopi.”


» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV