SUARA INDONESIA, SURABAYA - Transformasi bisnis dilakukan Tab Hotel Group dengan menghadirkan lini usaha kuliner rakyat bertajuk Bebek Cabbhi. Di balik ekspansi tersebut, terselip strategi memperluas pasar sekaligus memperkuat tanggung jawab sosial perusahaan di tengah tantangan ekonomi, Jumat (27/2/2026).
Owner Tab Hotel Group, Frangky Tanimena, mengatakan bahwa kehadiran Bebek Cabbhi merupakan upaya menghadirkan kualitas masakan hotel dengan harga terjangkau bagi masyarakat luas.
“Kami ingin menghadirkan chef hotel yang memasak, tetapi dengan harga yang bisa dijangkau semua kalangan. Jadi rasanya standar hotel, harganya setara kaki lima,” ujar Frangky.
Restoran yang resmi beroperasi sejak Oktober tahun lalu itu menawarkan satu porsi nasi dan bebek seharga Rp14.000. Dalam satu paket tersebut, pelanggan tidak hanya mendapatkan potongan bebek, tetapi juga tambahan tetelan, sambal, dan serundeng.
“Dengan Rp14.000, pelanggan sudah bisa menikmati nasi dan bebek. Kalau dirasa kurang, kami tambahkan tetelan dan pilihan sambal agar lebih nikmat,” katanya.
Menurut Frangky, penetapan harga tersebut bukan sekadar strategi penetrasi pasar, melainkan bagian dari komitmen sosial perusahaan.
Ia ingin masyarakat tetap dapat menikmati makanan layak tanpa terbebani harga tinggi.
“Kami ingin masyarakat tidak putus asa dalam situasi ekonomi seperti sekarang. Kita harus bersama-sama bangkit,” tuturnya.
Racikan Rempah dan Standar Hotel
Meski dibanderol murah, Frangky memastikan proses pengolahan tetap mengedepankan kualitas. Bebek dimasak oleh chef profesional dari unit hotel dalam grup usahanya.
Proses ungkep, sebutnya dilakukan selama empat hingga lima jam menggunakan rempah-rempah khas Indonesia.
“Bebek diungkep cukup lama agar bumbunya meresap dan teksturnya empuk. Indonesia kaya rempah, dan itu yang kami tonjolkan,” ujarnya.
Ciri khas Bebek Cabbhi terletak pada bumbu hijau hasil racikan rempah ungkep yang memberikan cita rasa lebih kuat dan segar. Selain itu, tersedia beberapa varian sambal untuk memperkaya sensasi pedas.
Nama “Cabbhi” sendiri merujuk pada istilah bahasa Madura yang berarti cabai atau lombok, menggambarkan karakter rasa pedas yang menjadi identitas menu tersebut.
“Intinya bebek pedas dengan kombinasi sambal khas yang kami olah sendiri,” kata Frangky.
Lokasi restoran yang berada di sekitar kawasan kampus dan permukiman warga menjadi pertimbangan strategis dalam menentukan konsep harga terjangkau. Segmentasi tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat sekitar.
Dari Percetakan ke Restoran
Frangky menuturkan, perjalanan bisnis grupnya bermula dari usaha percetakan. Bahkan, lokasi restoran saat ini merupakan tempat percetakan pertama yang dirintisnya puluhan tahun lalu.
“Dulu ini percetakan pertama kami. Setelah pindah ke lokasi lain, tempat ini sempat kosong dan akhirnya kami manfaatkan menjadi restoran,” ujarnya.
Tab Hotel Group kini menaungi berbagai unit usaha, mulai dari percetakan, kontraktor, lift dan elevator, restoran, hingga hotel. Beberapa karyawan bahkan telah bekerja hingga 30 tahun sejak awal perusahaan berdiri.
Ekspansi ke sektor kuliner, lanjut Frangky, tidak terlepas dari semangat memperluas manfaat bagi karyawan dan masyarakat.
Menurutnya, momentum Ramadan 1447 H, misalnya, dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan melalui kegiatan buka puasa bersama seluruh unit usaha, Kamis malam (26/2).
“Kami rutin mengadakan gathering tahunan agar karyawan saling mengenal dan memperkuat kebersamaan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen juga memberikan doorprize serta memberangkatkan dua karyawan terpilih untuk ibadah umrah setiap tahun sebagai bagian dari program CSR perusahaan.
“Kriterianya masa kerja minimal lima tahun, rajin beribadah, dan memiliki kepedulian terhadap sesama rekan kerja,” ujar Frangky.
Ke depan, ia menargetkan pembukaan cabang kedua Bebek Cabbhi di kawasan Kayun pada April atau Mei mendatang.
Ia berharap pertumbuhan usaha tersebut dapat memperluas dampak sosial perusahaan, termasuk menambah kuota pemberangkatan umrah bagi karyawan.
“Sekarang masih dua orang per tahun. Mudah-mudahan ke depan bisa bertambah menjadi tiga, empat, bahkan lima orang,” katanya.
Melalui konsep “dari hotel ke resto rakyat”, Tab Hotel Group berupaya membangun model bisnis yang memadukan kualitas, keterjangkauan, dan kepedulian sosial dalam satu langkah ekspansi. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi