SUARA INDONESIA

BI Jatim Bidik Nilai Tambah UMKM, Festival Kopi Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah

Dona Pramudya - 18 July 2026 | 23:07 - Dibaca 68 kali
Ekbis BI Jatim Bidik Nilai Tambah UMKM, Festival Kopi Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah
Java Coffee and Flavors Festival (JCFF) 2026 di Surabaya. (Foto: Dona/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, SURABAYA – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tidak lagi hanya menjual produk, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui pengalaman, inovasi, dan kreativitas.

Langkah itu diyakini mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, saat meninjau pelaksanaan Java Coffee and Flavors Festival (JCFF) 2026 di Surabaya, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, kekayaan komoditas lokal seperti kopi, teh, rempah, dan cokelat memiliki potensi ekonomi yang besar apabila diolah dan dipasarkan dengan konsep yang tepat.

"Selama kami berkeliling, terlihat begitu banyak potensi yang dimiliki Jawa Timur. Hampir seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil kemitraan atau dukungan Bank Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki peluang besar untuk terus berkembang," kata Ibrahim.

Ia menilai industri kopi saat ini telah bergeser. Persaingan tidak lagi hanya pada cita rasa, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan pengalaman kepada konsumen. Peran barista, misalnya, menjadi bagian dari strategi meningkatkan nilai ekonomi sebuah produk.

"Barista tidak sekadar menyajikan kopi. Mereka menghadirkan cerita, pengalaman, dan cara penyajian yang membuat secangkir kopi memiliki nilai lebih. Di situlah nilai tambah tercipta," ujarnya.

BI Jatim juga mengemas festival dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, mulai dari lomba mewarnai, pertunjukan seni pelajar, hingga demonstrasi memasak.

Pendekatan tersebut dinilai mampu memperluas pasar UMKM sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif yang melibatkan berbagai sektor.

Ibrahim mengatakan, penyelenggaraan JCFF 2026 menjadi bagian dari strategi BI Jatim untuk membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih inklusif.

Melalui kolaborasi antara UMKM, komunitas, dunia pendidikan, dan pelaku industri kreatif, potensi unggulan Jawa Timur diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, memperluas pasar, serta memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Dona Pramudya
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV