SUARA INDONESIA

Berbagai Inovasi Kesehatan Banyuwangi Tuai Apresiasi Wamenkes di Leimena Conference

Muhammad Nurul Yaqin - 27 July 2026 | 20:07 - Dibaca 32 kali
Kesehatan Berbagai Inovasi Kesehatan Banyuwangi Tuai Apresiasi Wamenkes di Leimena Conference
Bupati Ipuk memaparkan inovasi layanan kesehatan Banyuwangi di Leimena Conference Jakarta. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Berbagai terobosan program kesehatan yang dilakukan Banyuwangi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani diundang di forum kesehatan nasional Leimena Conference di Jakarta, Senin (27/7/2026). Di forum yang digagas Kementerian Kesehatan itu, Ipuk diminta memaparkan berbagai inovasi Banyuwangi dalam memperkuat Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis puskesmas.

Ipuk berbicara di sesi leaders talk yang dibuka langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus ini, bersama sejumlah kepala daerah. Di antaranya Walikota Bandung Muhammad Farhan dan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta

“Kami menyadari ada banyak keterbatasan di daerah kami. Mulai dari fiskal, SDM hingga infrastruktur. Hal ini tidak membuat kami patah hati, tapi justru termotivasi untuk membuat inovasi penguatan layanan kesehatan primer,” ungkap Ipuk.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi adalah dengan serangkaian tindakan preventif di level puskesmas. Di antaranya adalah menjadikan puskesmas sebagai Mall Orang Sehat, dan yang terbaru adalah melengkapinya dengan konsultasi kesehatan gratis online 24 jam nonstop.  

Mal Sehat adalah program mendorong warga untuk memeriksakan kesehatan ke puskesmas secara rutin, dimana warga didorong untuk memeriksa kesehatan tanpa harus menunggu sakit sehingga bisa dilakukan pencegahan lebih awal.

“Seberapapun anggarannya tidak akan cukup jika untuk menyembuhkan. Tapi, dengan tindakan preventif, setidaknya akan mengurangi beban pembiayaan kesehatan. Ini sudah dilakukan Banyuwangi sejak 2018. Dan kini semakin senang karena sinergi dengan program pusat CKG (Cek Kesehatan Gratis),” papar Ipuk.

Selain itu, juga dilakukan preventif pendukung lainnya. Seperti satgas stunting untuk peningkatan gizi ibu hamil dan balita, rantang kasih untuk peningkatan gizi warga miskin sebatang kara dan lain sebagainya.

“Kami juga berupaya untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat yang aksesnya terbatas. Seperti Jemput Bola Rawat Warga yang mendatangi warga terpencil, menyiapkan armada berbasis di desa yang bisa berfungsi layaknya ambulance dan lain sebagainya,” terangnya.

Yang terbaru, imbuh Ipuk, adalah Oasis Wangi, sebuah layanan konsultasi online gratis lewat Whatsapp dari nakes untuk perawatan kesehatan keluarga di rumah yang digagas bersama Noora Health.

“Layanan ini sudah dilaunching Pak Menkes pekan lalu. Warga bisa berkonsultasi gratis 24 jam nonstop dan langsung di-handle oleh petugas kesehatan. Sangat mudah, karena konsultasinya lewat WA,” beber Ipuk.  

“Kami membagi habis tugas di tingkat Puskesmas, sekaligus juga menambah insentif untuk meningkatkan kesejahteraan nakes,” pungkas Ipuk.

Langkah-langkah inovatif Banyuwangi tersebut mendapat apresiasi dari Wamenkes Dokter Benjamin. Menurutnya, peningkatan beban di Puskesmas adalah indikator penanganan kesehatan yang tepat. “Artinya, upaya preventif di tengah masyarakat sudah berjalan dengan baik,” tegas Dokter Benjamin.

Perlu diketahui, Leimena Conference merupakan forum kesehatan nasional yang menghadirkan para pegiat kesehatan dari seluruh Indonesia. Menghadirkan juga para ahli kesehatan dunia. Konferensi ini guna menghormati pahlawan nasional Dokter Johannes Leimena yang pernah menjadi menteri kesehatan yang merupakan pencetus Puskesmas di masa kepemimpinannya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV