SUARA INDONESIA

Korban Pencabulan Oknum Pengasuh Ponpes di Blora Trauma, Butuh Pendampingan Psikologis

Gunawan - 20 September 2023 | 06:09 - Dibaca 8.83k kali
News Korban Pencabulan Oknum Pengasuh Ponpes di Blora Trauma, Butuh Pendampingan Psikologis
Aktivitas Pondok Pesantren di Blora, Jawa Tengah, tetap normal. Santri belajar seperti biasanya. Foto diambil pada Selasa 19 September 2023. (Foto: Gunawan/Suara Indonesia)

BLORA, suaraindonesia.co.id- Santri korban pencabulan di Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami trauma. Sejauh ini, pihak keluarga masih berupaya untuk memulihkan kondisi psikologis korban.

Orang tua korban menyampaikan, saat ini pihaknya enggan berkomentar lebih jauh terkait penanganan hukum atas kejahatan yang menimpa anaknya tersebut. "Tidak fokus ke situ lagi," ujarnya.

Dia mengaku, saat ini kondisi psikologi korban jauh lebih penting, karena membutuhkan pendampingan agar cepat pulih kembali seperti sebelumnya. "Semoga ada pendampingan pihak terkait," ucapnya.

Pihak keluarga juga berharap, oknum pengasuh tersebut segera ditangkap dan dihukum sesuai perbuatannya. "Berharap ini semua terungkap dan pelaku segera diamankan," ujarnya.

Terpisah, DG, salah seorang santri di pondok pesantren tersebut menceritakan, proses belajar mengajar di pesantren masih terus berjalan seperti biasanya, meski saat ini kabar tentang kasus itu sudah ramai jadi perbincangan.

Meski demikian, mencuatnya kasus ini tetap berdampak pada santri-santri yang belajar di pesantren. Mereka mulai merasa aneh saat ada orang-orang baru silih berganti datang ke pesantren.

"Kami bersama-sama berusaha saling memberikan pemahaman ke santri-santri bahwa hal tersebut tidak akan mengganggu proses belajar," ujarnya.

Sementara itu, kepala desa setempat berharap, kasus ini dapat segera terungkap dan pelakunya tertangkap. "Semoga APH (aparat penegak hukum, Red) cepat menangkap pelaku tindak kejahatan ini," katanya.

Sebelumnya diberitakan, oknum pengasuh pesantren di Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi. Dia diduga mencabuli tiga santrinya yang masih di bawah umur. Perkara ini mencuat setelah keluarga korban bersuara dan melaporkannya ke polisi.

Meski telah dilaporkan pada 28 Juli 2023 lalu, namun hingga kini perkara itu masih belum ada titik terang. Padahal, Polres Blora telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan bernomor: Sp.Lidik/163/VII/2023/Reskrim tertanggal 28 Juli 2023.

Wartawan sempat meminta konfirmasi di Polres Blora. Hanya saja, tidak dapat bertemu langsung dengan Kapolres Blora AKBP Agus Puryadi. Informasinya, perwira polisi berpangkat dua melati ini sedang mengikuti kegiatan di Semarang. Ada undangan di Polda Jateng. (*)


Catatan Redaksi:

Artikel berita ini telah mengalami perubahan. Baik di judul maupun naskah beritanya. Sebelumnya berjudul "Oknum Pengasuh Pesantren di Blora Diduga Kuat Cabuli Santri, Minta APH Bergerak". 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Gunawan
Editor : Yuni Amalia

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV