SUARA INDONESIA

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Disperta Jombang Kolaborasi Amankan Pasokan Air Irigasi

Gono Dwi Santoso - 10 October 2023 | 23:10 - Dibaca 1.07k kali
News Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Disperta Jombang Kolaborasi Amankan Pasokan Air Irigasi
Dinas Pertanian Kabupaten Jombang saat koordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Jombang bidang SDA terkait irigasi di wilayah kecamatan Gudo,Kabupaten Jombang,Selasa (10/10/2023).( Foto:Gono Dwi Santoso/ Suaraindonesia.co.id).

JOMBANG, Suaraindonesia.co.id- Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus mengantisipasi ancaman kekeringan dampak cuaca ekstrem di kabupaten setempat. Ini menyusul adanya ratusan hektare areal persawahan di Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo, yang dilaporkan tak mendapat pasokan air irigasi.

Kabid Perlindungan Pasca Panen dan Pemasaran Tanaman Pangan Perkebunan dan Holtikultura Dinas Pertanian Jombang, Akhmad Jani Masyudi mengatakan, dampak cuaca ekstrem juga dirasakan oleh petani di wilayahnya.

"Sawah petani di Desa Bugasur Kedaleman sempat kekurangan air, akibat debit Sungai Konto Kediri juga berkurang. Namun Senin kemarin, air sudah masuk ke persawahan, tapi digilir," terangnya, Selasa (10/10/2023).

Jani menjelaskan, dinas pertanian telah mengambil langkah antisipasi dampak cuaca ekstrem itu. Salah satunya dengan mengecek ke lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Jombang. Kini, persoalan air irigasi sudah teratasi. Petani telah mendapatkan pasokan air, meski masih bergiliran.

Selain itu, juga dengan memberi peringatan kepada seluruh instansi, desa, petugas dan petani agar selalu waspada kekeringan akibat cuaca ekstrem.

"Secara internal, dinas selalu memperingatkan potensi kekeringan dan dampaknya. Dan menurunkan tim monev pada September, serta selalu berkoordinasi dengan instansi terkait penyikapan dan mengatasi masalah," terangnya.

Dinas pertanian terus mendorong agar petani memanfaatkan pompa-pompa air yang ada. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PUPR agar menambah pasokan air irigasi.

Tak hanya itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa (DPMD) untuk memanfaatkan dana kebencanaan. Nantinya, dana tersebut untuk bantuan pembelian BBM pompa air irigasi bagi daerah yang benar-benar tidak ada pasokan air irigasi. 

"Kejadian ini merupakan peristiwa iklim (El Nino) yang sudah diperingatkan oleh pemerintah. Karena sumber irigasi Jombang banyak bergantung dari daerah lain (Kediri). Sebab, di daerah hulu debit air juga berkurang," ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Moh Rony menambahkan, untuk mengantisipasi dampak iklim tahun ini memerlukan kerja bareng berbagai pihak. Antar OPD, petugas lapangan, kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Termasuk himpunan petani pengguna air (Hippa).

"Dan komponen masyarakat lainnya, sehingga semua masalah bisa diatasi bersama-sama," pungkasnya.

Terpisah, Ketua Poktan Sumbermiri, Desa Bugasur, Yofi mengatakan,semula tanaman padi petani sudah hampir mati. Tanah mulai pecah-pecah dan tanaman menguning.

"Alhamdulillah air sudah mulai masuk dan debitnya juga meningkat. Semoga pasokan air untuk irigasi berjalan lancar," harapnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Gono Dwi Santoso
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV